Gresik, Kabar SDGs – Kota Gresik menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan tahap penyisihan Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026. Tahapan Preliminary tersebut berlangsung di Atrium Gressmall, Gresik, Kamis (6/8/2026), dengan diikuti 36 perwakilan kabupaten dan kota dari seluruh Jawa Timur.
Ajang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari proses pencarian generasi muda potensial yang memiliki pengetahuan mengenai budaya dan pariwisata, sekaligus mempunyai kemampuan kepemimpinan serta komunikasi yang baik.
Peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir nantinya diharapkan mampu menjadi representasi Jawa Timur dalam memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, hingga beragam produk dan keunggulan lokal kepada masyarakat.
Pelaksanaan tahap penyisihan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan juga memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta. Mereka dituntut mampu menunjukkan kemampuan komunikasi dan membangun kepercayaan diri ketika berhadapan langsung dengan masyarakat yang berada di area mal.
Kabid Pemasaran dan Kelembagaan Parekraf Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Ali Affandi, mengatakan konsep tersebut sengaja diterapkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para peserta sekaligus melatih kesiapan mental mereka.
“Event Raka dan Raki kali ini digelar berbeda dengan konsep menyapa masyarakat di atrium mal dengan mengenakan batik khas daerahnya masing-masing,” ungkap Ali Afandi.
General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun, menyampaikan apresiasinya karena pusat perbelanjaan yang dikelolanya mendapat kepercayaan menjadi lokasi tahapan awal ajang pemilihan tersebut.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena Gressmall dipercaya menjadi venue Penyisihan Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026,” ungkap Erich.
Pemilihan Raka Raki Jawa Timur sempat tidak digelar selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19. Kembali dilaksanakannya ajang tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring anak muda yang tidak hanya memiliki wawasan di bidang pariwisata dan budaya, tetapi juga mempunyai kemampuan kepemimpinan serta komunikasi.
Para peserta yang terpilih nantinya akan membawa tanggung jawab sebagai duta yang membantu memperkenalkan potensi Jawa Timur kepada masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat promosi destinasi, budaya, serta berbagai kekayaan daerah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Penyelenggaraan tahapan Preliminary di Gresik juga menunjukkan upaya menghadirkan ajang pemilihan duta wisata lebih dekat dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan ruang publik sebagai lokasi kegiatan, masyarakat dapat ikut mengenal proses seleksi sekaligus berbagai potensi wisata dan budaya yang dibawa oleh para peserta dari daerah masing-masing.











Discussion about this post