Pemalang, Kabar SDGs – Berawal dari keinginan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, usaha tas dan dompet wanita Biru Tsabita di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berhasil berkembang menjadi UMKM yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia. Mengusung desain yang menarik dan fungsional, usaha tersebut terus memperluas pasar melalui penjualan daring dan kemitraan.
Pemilik Biru Tsabita, Mutoharoh, mengungkapkan bahwa usaha yang dirintisnya bermula dari kondisi ekonomi keluarga yang sedang menghadapi tekanan sehingga membutuhkan tambahan penghasilan.
“Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Sejak berdiri pada 2019, Biru Tsabita memproduksi berbagai jenis tas dan dompet wanita dengan dompet sebagai salah satu produk yang paling banyak diminati konsumen. Penjualannya dilakukan melalui marketplace dan jaringan mitra, dengan jangkauan ke berbagai wilayah di Indonesia. Produk Biru Tsabita bahkan pernah dipasarkan hingga ke Malaysia.
Selain menyediakan produk siap pakai, Biru Tsabita juga menerima pesanan tas dan dompet yang dibuat secara khusus sesuai kebutuhan pelanggan. Dalam mengembangkan usahanya, Mutoharoh memperoleh pendampingan melalui Rumah BUMN BRI yang dinilainya memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kapasitas usaha.
Menurutnya, berbagai pelatihan yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas jaringan relasi yang mendukung perkembangan bisnis. Saat ini, Biru Tsabita telah melibatkan 33 tenaga kerja dalam kegiatan usahanya.
“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” ujarnya.
Untuk mendukung aktivitas usaha, Mutoharoh juga memanfaatkan layanan digital BRImo dan QRIS BRI dalam transaksi penjualan. Ke depan, ia berkomitmen memperluas jaringan pemasaran melalui penguatan marketplace dan kemitraan agar produk Biru Tsabita dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Biru Tsabita menjadi contoh bahwa usaha yang lahir dari keterbatasan dapat berkembang apabila dijalankan dengan tekun dan didukung proses pembelajaran yang berkelanjutan.
“Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.











Discussion about this post