• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
13 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Jembatan Shortcut Enang-Enang Pangkas Waktu Tempuh

Bisa Dilewati Kendaraan Beban 30 Ton

by Riski Yanti
11 Juli 2026
Jembatan Shortcut Enang-Enang Pangkas Waktu Tempuh
19
SHARES
117
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai solusi jangka panjang untuk memulihkan sekaligus meningkatkan konektivitas jalan nasional yang menghubungkan Bireuen dengan wilayah Dataran Tinggi Gayo.

Pembangunan jembatan shortcut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan mampu mengantisipasi risiko bencana di masa mendatang.

BACA JUGA

Gedung Pemerintahan di Solok Diperbaiki, Akibat Banjir Bandang

Gedung Pemerintahan di Solok Diperbaiki, Akibat Banjir Bandang

6 Oktober 2026
Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan Pasca Bencana 

Lima Kabupaten/Kota Sumut Dipulihkan Pasca Bencana 

6 Oktober 2026
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa untuk Tangani Kekeringan Sawah di Bekasi

29 September 2026

Dibangun pada trase baru yang lebih aman, jembatan shortcut diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan Bireuen–Takengon hingga sekitar 10 menit, sehingga akan semakin memperkuat konektivitas di kawasan tengah Provinsi Aceh.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat jembatan eksisting (jembatan lama) agar struktur jembatan tetap aman digunakan secara terbatas sambil menyiapkan pembangunan jembatan shortcut serta melebarkan ruas jalan kabupaten di kawasan Werlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo yang saat ini menjadi jalur alternatif dari lebar 4 meter menjadi sekitar 6 meter, termasuk pembangunan 2 jembatan agar dapat melayani arus lalu lintas secara lebih optimal.

“Dengan demikian nantinya masyarakat akan memiliki tiga alternatif akses jalan. Pertama melalui jembatan Enang-Enang yang diperkuat, kedua melalui jalur Werlah yang juga kita tingkatkan, dan ketiga melalui jembatan shortcut baru di kawasan Enang-Enang. Ini akan memberikan pilihan akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Menurut Menteri Dody, hasil kajian teknis menunjukkan lokasi jembatan lama sudah tidak lagi layak dijadikan lokasi pembangunan permanen karena berada pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan hidrometeorologi cukup tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan mempertahankan jembatan eksisting hanya melalui penguatan struktur sebagai solusi sementara, sementara konektivitas jangka panjang dialihkan melalui pembangunan jembatan shortcut.

“Pemerintah tidak lagi membangun permanen di lokasi lama karena secara teknis sudah tidak memungkinkan. Jembatan yang ada diperkuat agar masyarakat tetap aman melintas, sedangkan solusi permanennya adalah pembangunan jembatan shortcut,” ujar Menteri Dody.

Berbeda dengan jembatan sebelumnya, jembatan shortcut dirancang pada trase baru yang lebih efisien sekaligus lebih aman dari sisi geologi dan hidrologi.

Kehadirannya tidak hanya memulihkan akses pascabencana, tetapi juga meningkatkan keandalan jaringan Jalan Nasional yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Bireuen dengan Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues hingga Aceh Tenggara.

Secara teknis, jembatan shortcut akan dibangun menggunakan struktur jembatan khusus dengan panjang sekitar 380 meter dan lebar sekitar 12 meter.

Tipe konstruksi ini diharapkan mampu menjangkau lembah yang lebar tanpa membutuhkan banyak pilar di tengah sungai, sehingga lebih aman terhadap perubahan alur sungai maupun gerusan akibat banjir besar.

Jembatan dirancang menggunakan dua pilar utama dengan tinggi masing-masing sekitar 30 meter dan 55 meter, dilengkapi dua abutment setinggi 7 meter, serta pondasi bored pile berdiameter 1,5 meter.

Struktur jembatan direncanakan mampu melayani kendaraan dengan beban maksimum hingga 30 ton, sehingga tetap dapat dilalui kendaraan angkutan barang dan logistik lebih besar kapasitasnya dibandingkan rute eksisting.

Kapasitas tersebut akan menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari kawasan Dataran Tinggi Gayo menuju Pelabuhan Krueng Geukueh maupun wilayah pesisir Aceh.

Selain memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik, trase baru tersebut juga membuat perjalanan menjadi lebih efisien.

Sesuai konsepnya sebagai shortcut, jembatan baru akan mempersingkat lintasan sehingga waktu tempuh kendaraan dari arah Bireuen menuju Bener Meriah maupun Aceh Tengah diperkirakan berkurang sekitar 10 menit.

Saat ini Kementerian PU tengah menyelesaikan tahapan persiapan pembangunan yang meliputi penyusunan basic design serta persiapan tender konstruksi.

Pembangunan jembatan ditargetkan berlangsung secara bertahap pada periode 2026–2028 dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan konstruksi, kualitas bangunan, serta ketahanan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Share8SendTweet5
Previous Post

Kementerian PU Tegaskan Jembatan Enang-Enang Tidak Ditutup

Next Post

Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Next Post
Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Lima Bendungan Diresmikan Presiden, Menteri PU Optimalkan Jaringan Irigasi sampai ke Sawah

Krakatau Steel Lepas Saham di Krakatau Osaka Steel

Krakatau Steel Lepas Saham di Krakatau Osaka Steel

Discussion about this post

NEWS UPDATE

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional 120.725 TEUs pada September 2026

12 Oktober 2026
Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

Kaltim Revisi RTRW untuk Perkuat Klaster Industri dan Ekonomi Berkelanjutan

12 Oktober 2026
Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

Sambut MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintasan Padangbai–Lembar

12 Oktober 2026
Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

Indonesia Logistics Awards 2026, SCI Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Ketahanan Energi Hadari 2027

12 Oktober 2026
Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026

POPULAR

  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3734 shares
    Share 1494 Tweet 934
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3726 shares
    Share 1490 Tweet 932
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3672 shares
    Share 1469 Tweet 918
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3698 shares
    Share 1479 Tweet 925
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4020 shares
    Share 1608 Tweet 1005

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.