Kutai Kartanegara, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (3/7/2026). Fasilitas modern yang dibangun di atas lahan seluas 10.566 meter persegi dengan investasi sebesar Rp8,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur tersebut diharapkan menjadi penggerak baru bagi sektor peternakan dan perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pabrik pakan ternak ini diproyeksikan mampu menekan harga pakan di pasaran hingga 20–30 persen melalui pemanfaatan teknologi produksi dan bahan baku lokal. Selain mendukung efisiensi usaha peternak dan pembudidaya ikan, fasilitas tersebut juga akan memproduksi pelet apung untuk sektor perikanan.
“Saya sangat berharap RPB ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan, terutama penyediaan pakan untuk ternak dan budidaya perikanan berupa pelet apung,” ujar Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat meresmikan fasilitas tersebut.
Menurut Rudy, kehadiran RPB diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mampu meningkatkan keuntungan usaha peternakan dan perikanan.
“Dengan rumah produksi bersama ini, diharapkan harga pakan ternak semakin terjangkau, bahkan bisa lebih murah 20 hingga 30 persen dari produk sejenis yang sudah beredar di pasaran. Ini tentu akan meningkatkan margin usaha masyarakat,” ungkapnya.
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, Gubernur mengarahkan agar proses produksi dilakukan secara bergantian. Selama dua pekan pabrik akan memproduksi pakan ternak, kemudian dua pekan berikutnya difokuskan untuk memproduksi pelet apung bagi sektor perikanan.
Rudy juga menegaskan bahwa hasil produksi peternakan dan perikanan yang didukung keberadaan RPB Loleng diharapkan mampu menopang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
“Fasilitas yang diberikan Pemprov Kaltim ini juga harus bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasil dari peternakan dan perikanan di sini bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan ikan untuk program MBG tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa Rumah Produksi Bersama memiliki kapasitas produksi hingga 200 ton pakan setiap bulan. Namun pada tahap awal operasional, produksi baru mencapai sekitar 20 ton atau 10 persen dari kapasitas maksimal.
Menurut Heni, potensi pengembangan pabrik cukup besar karena lokasinya berada dekat dengan sumber bahan baku lokal yang melimpah. Produksi pakan memanfaatkan berbagai komoditas seperti jagung, bungkil sawit, crude palm oil (CPO), tepung ikan, serta tepung kepala udang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus memantau perkembangan operasional pabrik tersebut. Apabila permintaan pasar terus meningkat dan produktivitas berkembang sesuai target, pemerintah berkomitmen menambah investasi berupa mesin produksi baru guna memperluas kapasitas industri pakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pembudidaya ikan di Kalimantan Timur.









Discussion about this post