Kampar, Kabar SDGs – Kelompok pembudidaya jamur tiram UMKM Seroja di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, terus memperkuat kapasitas usaha melalui pelatihan pembuatan media tanam jamur tiram atau baglog secara mandiri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian produksi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pada pertengahan Juni 2026, anggota UMKM Seroja, termasuk Mutmainah, mengikuti kegiatan benchmarking dan pelatihan intensif di Rumah Jamur Bertuah, Pekanbaru. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teknik mencetak baglog, tetapi juga memahami proses pengolahan bahan baku, pencampuran media tanam sesuai standar, hingga teknik pengemasan agar baglog memiliki kualitas yang baik.
Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi para pelaku usaha desa mengenai tata kelola budidaya jamur tiram yang lebih efektif. Kemampuan membuat baglog secara mandiri dinilai dapat membantu kelompok mengurangi ketergantungan terhadap pemasok, menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha, serta menjaga kualitas hasil panen secara berkelanjutan.
Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan rumah jamur atau kumbung, termasuk pengaturan suhu, kelembapan, dan sanitasi agar pertumbuhan miselium jamur tiram dapat berlangsung optimal. Mereka juga dibekali kemampuan mengenali karakteristik jamur tiram yang sehat, higienis, dan memiliki produktivitas tinggi.
Bagi UMKM Seroja, kegiatan tersebut menjadi jawaban atas berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi akibat keterbatasan pengetahuan dalam proses budidaya. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan pada fasilitas produksi jamur tiram di Desa Rimba Beringin.
“Selama ini kami sering terkendala masalah teknis operasional karena minimnya pengetahuan. Pelatihan ini memberikan kami ilmu tentang teknik budidaya dan pengelolaan kumbung yang tepat. Tentunya memberikan rasa optimis dan motivasi buat kami untuk terus meningkatkan produktivitas guna mendukung kemajuan ekonomi di desa kami,” kata Mutmainah.
Kegiatan benchmarking dan pelatihan tersebut terlaksana melalui dukungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda dan Perempuan. Program ini dirancang untuk membantu kelompok masyarakat meningkatkan kemampuan usaha agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal mengatakan pendampingan yang diberikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Melalui benchmarking dan pelatihan ini, Kelompok Seroja kini telah jauh lebih siap dalam mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri. Penguatan kapasitas ini merupakan langkah nyata dukungan PHR bagi Masyarakat untuk kemandirian usaha dan penguatan ekonomi desa,” kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.
Pendampingan terhadap UMKM Seroja dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem usaha berbasis potensi daerah. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran kelompok usaha lokal di Kabupaten Kampar.
Kini, Kelompok Pembudidaya Jamur Tiram UMKM Seroja menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi masyarakat yang tumbuh dari potensi desa. Dengan dukungan pendampingan dan peningkatan keterampilan, usaha budidaya jamur tiram diharapkan mampu berkembang menjadi sumber penghasilan yang mandiri dan berkelanjutan bagi warga Desa Rimba Beringin.











Discussion about this post