• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home OPINION

Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG

by SDGS Admin
4 Juni 2026
Saatnya Reformasi Kelembagaan BGN dan Tata Kelola MBG
22
SHARES
135
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Ada masalah besar di BGN setelah diketahui banyak moral hazard dan korupsi di lembaga, yang kontroversial ini. Presiden melakukan pembersihan swecara tegas terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di BGN. Ini patut dihargai sehingga program MBG, yang banyak kritik ini, menjadi jauh lebih baik ke depan. Seperti pengakuan sendiri, Presiden mendengar kritik dan menerima laporan adanya penyimpangan di BGN, maka tindakan hukum segera dilakukan dengan menangkap langsung kepala BGN.

Banyak kritik yang diterima oleh pemerintah kini sudah dijawab langsung, yang korupsi dan menyimpang ditangkap. Tetapi langka ini belum cukup sehingga harus dilanjutkan dengan Keharusan Reformasi kelembagaan dan tata kelolanya. Tujuan MBG saya pandang sangat mulia. Kritik masyarakat tidak terletak pada tujuannya melainkan pada desain kelembagaan, tata kelola, pengadaan, pengawasan, dan kapasitas implementasi. Dalam ilmu kebijakan publik, program yang sangat besar, menyentuh jutaan penerima manfaat, dan melibatkan rantai pasok pangan yang kompleks memang rentan mengalami masalah tata kelola (governance failure). Karena itu, reformasi kelembagaan BGN dan tata kelola MBG menjadi suatu keharusan.

BACA JUGA

Padang Salurkan Makanan Bergizi untuk Pengungsi Banjir dan Longsor

Batam Resmikan 10 SPPG untuk Perluas Jangkauan Makan Bergizi Gratis

15 Oktober 2026
BGN Siapkan Aplikasi Rating untuk Evaluasi Layanan MBG

BGN Siapkan Aplikasi Rating untuk Evaluasi Layanan MBG

29 September 2026
Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

Pendidikan Gratis SD sampai Perguruan Tinggi Negeri

20 September 2026

Sekarang saatnya mengambil momentum ini sebagai peluang emas untuk melakukan reformasi kelembagaan BGN dan tata kelola MBG agar menjadi jauh lebih baik ke depan. Reformasi harus dilakukan dengan memisahkan fungsi regulator. Kita harus membangun model kelembagaan yang lebih kuat dan lebih baik dimana BGN berperan sebagai regulator, bukan operator utama. BGN fokus pada standar gizi, standar operasional, sistem data nasional, dan evaluasi. Sedangkan operasional dilakukan oleh pemerintah daerah, sekolah, koperasi, dan UMKM pangan lokal. BGN ke depan sebagai Negara mengarahkan, bukan mengerjakan semuanya.

Meskipun kita sudah mereformasi kelembagaan dan tata kelolanya, sistem pengawasan harus dibangun. Karena magnitute progam ini besar dan luas, maka harus dibangun dewan atau komite atau apa pun namanya yang Independen. Anggota dewan pengawas ini mewakili banyak elemen, seperti ahli gizi, akademisi, BPKP, masyarakat sipil, dan organisasi profesi. Fungsinya jelas, yakni audit kualitas, audit anggaran, danaudit kepatuhan. Model sepeerti ini cocok dipakai dalam program sosial besar.

Sekarang jaman teknologi maju sehingga sudah sepatutnya menerapkan transparansi digital penuh, yang dapat dilihat oleh publik karena jumlah anggaran negara yang sangat besar. Referomasi dengan dimensi teknologi ini akan lebih menjamin transparansi ini sekaligus menjadi proses demokratisasi program pemerintah dan rertanggungjawaban tamabahan kepada publik. Teknologi digital dapat membantu perbaikan kelembagaan BGN dan Tata kelola MBG.

Reformasi yang substansial lagi adalah desetralisasi pelaksanaan program agar semakin banyak yang terlibat dimana pemerintah daerah menjadi ujung tombaknya. Jangan lagi melanjutkan program yang tersentralisasi, yang hanya dikendalikan oleh pusat dengan “span of control” sangat luas dan mustahil mampu diawasi. Program MBG sudah saatnya mengambil momentum ini melibatkan pemerintah daerah secara nyata di lapangan, kemudian memberikan tugas dan kewajiban dengan menghubungkan MBG dengan petani, peternak, koperasi, dan UMKM lokal. Sekarang masih banyak kasus seperti peternak rugi karena kelebihan pasokan dan kemudian membagikan ratusan ribu dan jutaan produk telurnya gratis kepada masyarakat karena BGN tidak menyerap maksimal.

Kelemahan yang sangat mendasar dari tata kelola MBG adalah sentralisasi yang terlalu kuat. Perencanaan dan target ditentukan dari pusat, pemerintah daerah dan ekosistem sekolah dan elemen masyarakat menjadi pasif. Mekanisme dilaksanakan dengan cara bisnis murni sehingga biaya kelembagaan, organisasi dan pengelelolaannya lebioh mahal dari biaya makanannya. Potensi pemborosan logistik menjadi tinggi dan marak dengan moral hazard. Dalam teori ekonomi politik, semakin besar anggaran MBG, maka semakin besar peluang perburuan rente (rent seeking). Saya yakin korupsi MBG tidak hanya berhenti di level kepala dan wakil kepala MBG. Itu hanya puncak gunung es, yang di bawahnya tersimpan lebih banyak lagi moral hazardnya.

Jika reformasi ini berhasil, MBG dapat berkembang dari sekadar program bantuan makan menjadi instrumen pembangunan manusia dan ekonomi lokal, seperti yang terjadi di Brasil dan Jepang. Jika tidak dilakukan reformasi kelembagaan maka tata kelolanya lemah sehingga risiko moral hazard, pemborosan anggaran, dan ketidakefisienan akan terus menjadi sumber masalah dari program ini.

Prof. Didik J Rachbini, Ph.D.
Ekonom Senior Indef
Rektor Universitas Paramadina

Share9SendTweet6
Previous Post

BPR Kanti Luncurkan Logo Baru dan Transformasi Budaya Perusahaan

Next Post

Lima Perahu Bantuan Disalurkan untuk Nelayan Terdampak Bencana di Bireuen

Next Post
Lima Perahu Bantuan Disalurkan untuk Nelayan Terdampak Bencana di Bireuen

Lima Perahu Bantuan Disalurkan untuk Nelayan Terdampak Bencana di Bireuen

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Resmikan Sumur Air Bersih di Lambleut

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Resmikan Sumur Air Bersih di Lambleut

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

Festival Kuliner Wonderful Indonesia Perluas Pasar Usaha Kuliner Nusantara

19 Oktober 2026
PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

PLN Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Bank Sampah Terang

19 Oktober 2026
Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

Warteg on Train di KA Batavia Disambut Baik oleh Penumpang

19 Oktober 2026
BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

BP Batam Perkuat Pasokan Air Bersih Untuk Kawasan Nongsa

19 Oktober 2026
KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

KAI Suguhkan Warteg On Train di KA Batavia

19 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4174 shares
    Share 1670 Tweet 1044
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3786 shares
    Share 1514 Tweet 947
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3236 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3884 shares
    Share 1554 Tweet 971
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3875 shares
    Share 1550 Tweet 969

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.