Surabaya, Kabar SDGs – Komitmen PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dalam mendukung akses pendidikan kembali diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Kali ini, perusahaan membantu penebusan ijazah milik dua bersaudara, Aulia Nuri dan Annisa Maulida, warga Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, yang sebelumnya tertahan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Balai Kelurahan Kutisari pada Rabu (3/6/2026). Selain memungkinkan keduanya memperoleh dokumen pendidikan yang menjadi hak mereka, bantuan itu juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan melalui program Kejar Paket C.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Departemen Tanggung Jawab Sosial, Lingkungan dan Keberlanjutan PT SIER, Puspita Ernawati, Danramil 0830-13/Tenggilis Mejoyo Mayor Inf. M. Zainudin, jajaran Kelurahan Kutisari, serta pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kutisari.
Bantuan bermula dari upaya pendampingan yang dilakukan pihak kelurahan bersama LPMK terhadap keluarga penerima manfaat. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa Aulia dan Annisa tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah kos dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Melalui koordinasi antara pemerintah setempat dan pihak sekolah, diperoleh solusi berupa keringanan terhadap tunggakan administrasi yang masih ada. Setelah itu, PT SIER turut membantu menyelesaikan kewajiban yang tersisa sehingga kedua pelajar tersebut dapat memperoleh ijazah mereka.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda. Karena itu, setiap anak perlu memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.
“Bagi sebagian orang, ijazah mungkin hanya selembar dokumen. Namun bagi anak-anak ini, ijazah adalah kunci yang membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik. Kami percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan impiannya. Kehadiran SIER melalui bantuan ini merupakan bentuk kepedulian agar tidak ada harapan yang terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Lussi.
Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut manfaat sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari kemajuan kawasan industri atau infrastruktur yang dibangun. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari semakin banyak anak-anak yang dapat terus melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus belajar dan menggapai cita-cita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT SIER, Jefri Ikhwan Maarif, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Koramil, Kelurahan Kutisari, LPMK, dan pihak sekolah dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi keluarga tersebut.
“Di balik ijazah yang berhasil ditebus, terdapat harapan yang kembali tumbuh dan masa depan yang kembali terbuka. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan ekonomi yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak,” kata Jefri.
Danramil 0830-13/Tenggilis Mejoyo, M. Zainudin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan mengenai kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Setelah berkoordinasi lintas sektor, kami bersyukur PT SIER merespons cepat untuk membantu penebusan ijazah Ananda Annisa dan Aulia,” ujar Danramil.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi warga.
“Semoga bantuan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan hari ini, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Aulia dan Annisa untuk terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan meraih masa depan yang mereka impikan,” pungkasnya.










Discussion about this post