Banda Aceh, Kabar SDGs – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata, Zita Anjani, memberikan apresiasi terhadap potensi wisata sejarah di Aceh yang dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Penilaian tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Museum Aceh dan Museum Tsunami Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, Zita menilai kedua museum memiliki posisi penting sebagai destinasi wisata berbasis edukasi yang tidak hanya menghadirkan pengetahuan sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman emosional bagi setiap pengunjung.
Menurutnya, kekuatan utama Museum Tsunami Aceh terletak pada penyajian visual dan narasi mengenai peristiwa tsunami tahun 2004 yang mampu menghadirkan pengalaman mendalam bagi wisatawan.
“Dua museum ini dapat menjadi destinasi yang sangat menarik. Wisata sejarah merupakan pengetahuan penting bagi wisatawan dan memberikan pengalaman yang berkesan,” ujar Zita Anjani, dikutip dari laman resmi Disbudpar Aceh, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai pengembangan wisata sejarah dapat memberikan dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Meningkatnya jumlah kunjungan diyakini akan membuka peluang penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong berkembangnya industri ekonomi kreatif.
Zita juga menyoroti pengalaman langsung atau experience yang ditawarkan Aceh sebagai kekuatan tersendiri. Mulai dari jejak sejarah masa kolonial hingga perjalanan pemulihan pascabencana tsunami, menurutnya menjadi nilai unik yang tidak dimiliki semua daerah di Indonesia.
Selain membahas sektor pariwisata, Zita turut mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengenal sejarah dan budaya daerahnya. Ia menilai peran anak muda sangat penting dalam menjaga memori sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Generasi muda tidak boleh malas mencari tahu. Berwisata sejarah bukan hanya hiburan, tapi cara kita menjaga identitas dan merawat ingatan kolektif bangsa,” ujarnya.












Discussion about this post