Gresik, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Gresik menerima kunjungan peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri, Kamis (16/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman terkait pengembangan investasi daerah serta praktik diplomasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman dan jajaran perangkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani menegaskan bahwa Gresik memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan logistik yang ditopang oleh perencanaan tata ruang terintegrasi serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri.
“ Gresik mungkin bukan kota besar seperti Surabaya, tetapi memiliki kekuatan dari tata ruang dan potensi wilayah yang dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan sejumlah kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), serta kawasan industri Maspion yang didukung belasan pelabuhan aktif menjadikan Gresik sebagai simpul penting dalam rantai pasok industri di Jawa Timur.
Menurutnya, integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan berskala besar menjadi keunggulan utama dalam meningkatkan efisiensi logistik, khususnya bagi industri yang berorientasi ekspor dan impor.
“ Di Gresik, kapal besar dapat langsung sandar, bahan baku impor mudah masuk, dan produk bisa langsung diekspor,” kata Yani.
Ia juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam menarik investasi global melalui berbagai insentif fiskal, seperti keringanan pajak daerah dan fasilitas tax holiday. Dalam enam tahun terakhir, realisasi investasi di Gresik tercatat mencapai Rp29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi di Jawa Timur.
Pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif dengan capaian 4,91 persen pada 2025, sementara tingkat pengangguran berhasil ditekan dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025. Meski demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi.
“ Ke depan yang dibutuhkan adalah tenaga kerja terampil. Karena itu, pendidikan vokasi harus diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Khasan Ashari, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran peserta Sesdilu.
“ Kunjungan ini memberikan pemahaman langsung mengenai dinamika pembangunan daerah, khususnya dalam konteks diplomasi ekonomi,” katanya.
Ia menjelaskan, sebanyak 14 peserta yang merupakan aparatur Kementerian Luar Negeri dengan pengalaman penugasan luar negeri diharapkan mampu mempromosikan potensi Indonesia secara lebih konkret di tingkat internasional.
Selain berdialog dengan perangkat daerah dan Kamar Dagang dan Industri, rombongan juga dijadwalkan meninjau langsung kawasan industri JIIPE guna melihat implementasi integrasi antara industri dan pelabuhan di Gresik. Menurutnya, Gresik memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam kerja sama internasional, baik di sektor investasi, perdagangan, maupun pengembangan pendidikan vokasi.











Discussion about this post