Surabaya, Kabar SDGs – Polytron mulai memperluas jangkauan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah dengan menyasar pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan bisnis. Setelah sebelumnya digelar di Jakarta, Surabaya menjadi kota kedua dalam rangkaian kegiatan tersebut pada Kamis (9/4/2026).
Head of Public Communication Polytron, Vina Julita Wijaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif baru yang diluncurkan pada 2026 sebagai upaya perusahaan untuk lebih dekat dengan pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan produk yang relevan bagi kebutuhan usaha. “Selama ini Polytron lebih dikenal dengan produk rumah tangga. Lewat program ini, kami ingin menjadi partner dan solusi bagi UMKM,” ungkapnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa program ini akan terus berlanjut ke sejumlah kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Setiap kegiatan dikemas dalam bentuk kelas pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha, salah satunya terkait strategi branding.
Dalam pelaksanaan di Surabaya, Polytron menghadirkan praktisi serta ahli branding, sekaligus pelaku UMKM yang telah berhasil untuk berbagi pengalaman langsung kepada peserta. Antusiasme peserta dinilai cukup tinggi, sebagaimana terlihat pada kegiatan sebelumnya di Jakarta. “Antusiasme peserta cukup tinggi. Dari pengalaman di Jakarta, banyak pertanyaan dan diskusi aktif, bahkan berlanjut di grup WhatsApp setelah acara,” katanya.
Perusahaan menargetkan sekitar 400 peserta pada setiap kegiatan tatap muka. Namun, peserta yang mengikuti akan melalui proses seleksi untuk menjadi bagian dari komunitas binaan Polytron yang nantinya mendapatkan pendampingan lanjutan secara berkala.
Bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung, diwajibkan melakukan pendaftaran melalui platform yang telah disediakan dan mengikuti tahapan verifikasi sebelum resmi menjadi anggota. Dari kegiatan perdana di Jakarta, tercatat sekitar 20 UMKM telah berhasil bergabung sebagai anggota awal program tersebut.
Melalui inisiatif ini, Polytron berharap dapat memperkuat ekosistem UMKM di berbagai daerah sekaligus mendorong pemanfaatan produk elektronik dalam mendukung aktivitas usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.









Discussion about this post