Probolinggo, Kabar SDGs – Kawasan wisata Gunung Bromo resmi ditutup sementara selama satu pekan, mulai Senin (6/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026). Penutupan ini dilakukan sebagai langkah pemulihan ekosistem alam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Humas TNBTS, Hendra, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat dan pulih secara alami dari aktivitas wisata yang cukup padat.
“Kita istilahnya mengistirahatkan Gunung Bromo yang secara langsung memulihkan alam. Jadi bagi wisatawan jangan khawatir, karena ini hanya penutupan sementara saja,” jelasnya, Senin (6/4/2026).
Selama masa penutupan, pengelola kawasan tidak hanya menghentikan aktivitas wisata, tetapi juga memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan perbaikan dan peningkatan kualitas kawasan. Di antaranya adalah kegiatan pembersihan area wisata serta sosialisasi terkait jalur lingkar kaldera Tengger.
Selain itu, pada 7 hingga 9 April 2026, dilakukan pelatihan bagi para pelaku jasa transportasi jip dan kuda di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan serupa juga dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pelaku jasa transportasi wisata di wilayah Kabupaten Malang.
Rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada 13 April 2026 dengan pelaksanaan ground breaking penataan jalur lingkar kaldera Tengger sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata yang lebih terstruktur.
“Melalui langkah ini, diharapkan tidak hanya ekosistem yang pulih, tetapi juga kualitas pelayanan wisata juga meningkat, sehingga kedepan Bromo tetap lestari dan memberi manfaat berkelanjutan bagi semua,” kata Hendra.
Dengan langkah ini, diharapkan kawasan Gunung Bromo dapat terus terjaga kelestariannya sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung di masa mendatang.












Discussion about this post