Denpasar, Kabar SDGs – PT PLN (Persero) menghadirkan program edukasi keselamatan ketenagalistrikan lewat kegiatan PLN Mendongeng di TK Widya Santhi, Ubung, Denpasar, Jumat (22/8). Sebanyak 100 anak berusia 4–5 tahun mengikuti acara ini dengan antusias, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam dongeng yang dibawakan langsung oleh petugas PLN UID Bali, anak-anak diajak memahami cara bermain yang aman. Setelah itu, petugas K3L PLN UID Bali, Ida Bagus Made Surya Kencana, menguji pemahaman mereka dengan sesi tanya jawab, seperti tentang lokasi bermain layang-layang yang tepat dan bahaya jika memanjat tiang listrik.
“Bermain layang-layang sebaiknya dilakukan di lapangan luas atau pantai yang jauh dari jaringan listrik. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menceritakan kembali pesan yang mereka dengar kepada orang tua atau saudaranya, sekaligus menjadi pengetahuan bagi dirinya sendiri untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Salah satu siswa, Narenda, menjawab pertanyaan dengan percaya diri bahwa bermain di dekat jaringan listrik berbahaya karena bisa tersetrum. Jawaban ini memperlihatkan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami anak-anak meskipun usia mereka masih dini.
Guru TK Widya Santhi, Ni Nyoman Puwatini, turut menyampaikan apresiasinya. “Anak-anak sangat antusias dan senang mengikuti dongeng dari PLN. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan kembali tahun depan karena bermanfaat sekaligus menyenangkan,” katanya.
PLN menegaskan bahwa edukasi keselamatan listrik tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga harus ditanamkan sejak dini. Dengan pendekatan mendongeng, pesan sederhana dapat tersampaikan lebih ringan, mudah diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.












Discussion about this post