• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
30 Mei 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Musim Tangkap Ikan Blue Marlin Dimulai di Lampung Pesisir Barat

by SDGS Admin
11 Juni 2025
Musim Tangkap Ikan Blue Marlin Dimulai di Lampung Pesisir Barat
46
SHARES
286
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Krui, Kabar SDGs – Musim penangkapan ikan Blue Marlin, yang biasa disebut “Tuhuk” oleh masyarakat Pesisir Barat Lampung, kembali hadir dan menarik perhatian para nelayan. Ikan ini sering tampak dengan banyak jumlah di perairan lepas Dermaga Kuala Stabas, Krui, antara bulan Maret hingga Juni.

Tuhuk merupakan ikan dari kedalaman laut dalam yang termasuk dalam keluarga Istiophoridae, memiliki bentuk moncong panjang yang mirip dengan tombak dan sirip punggung yang menyerupai layar. Bobot ikan ini bisa mencapai 150 kilogram per individu.

BACA JUGA

Ciparage Jadi Favorit Libur Lebaran

Ciparage Jadi Favorit Libur Lebaran

26 Maret 2026
Pantai Kilang Dipadati Wisatawan Lebaran

Pantai Kilang Dipadati Wisatawan Lebaran

26 Maret 2026
DKP Kaltim Percepat Hilirisasi Produk Perikanan Berkelanjutan

DKP Kaltim Percepat Hilirisasi Produk Perikanan Berkelanjutan

28 Februari 2026

Para nelayan setempat mengungkapkan bahwa mereka bisa menangkap tiga hingga empat ekor sekaligus saat musimnya sedang baik. Mereka biasanya memulai perjalanan di siang hari dan memerlukan waktu sekitar dua jam untuk mencapai lokasi penangkapan di lautan terbuka.

“Apabila musimnya tepat, dalam sehari kami dapat menangkap tiga sampai empat ekor,” ungkap Zahlo (57), seorang nelayan Kuala Stabas yang selama puluhan tahun bergantung pada hasil laut. Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika bertemu di tepi dermaga pada Minggu (8/6/2025).

Tuhuk tidak hanya menjadi andalan dalam penangkapan, tetapi juga menjadi bahan utama untuk kuliner khas daerah. Ikan ini sering diolah menjadi pempek, sate ikan, pindang, hingga gulai taboh yang disajikan saat acara besar atau perayaan.

“Ketika ada resepsi pernikahan, warga di sini lebih memilih memasak gulai taboh dengan ikan tuhuk dibandingkan dengan rendang,” kata Zahlo. Dia merasa bahwa citarasanya lebih cocok dengan selera masyarakat Krui.

Di pasar tradisional Krui, ikan tuhuk dijual dengan harga berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Pembeli juga bisa membelinya langsung dari nelayan yang baru kembali dari melaut.

“ Ikan ini cepat laku terjual karena banyak wisatawan yang mencarinya, terutama saat puncak musim ombak besar seperti sekarang,” tambah Zahlo. Saat ini, momen tersebut bersamaan dengan banyaknya wisatawan yang datang untuk mengikuti kejuaraan selancar.

Pesisir Barat sedang bersiap menyambut kejuaraan dunia World Surf League (WSL) Krui Pro 2025. Acara internasional ini akan diikuti oleh 302 peselancar dari 17 negara yang berlangsung pada 10–17 Juni 2025.

Kedatangan ratusan peserta dan wisatawan diperkirakan memberikan dampak positif bagi para nelayan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner. Warung makan lokal semakin ramai, dan permintaan akan ikan tuhuk meningkat pesat.

“Kami berharap acara seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun,” tutup Zahlo. Ia percaya bahwa sektor perikanan dan kuliner lokal akan berkembang lebih pesat jika event pariwisata berlangsung secara rutin.

Jika Anda mengunjungi Krui, luangkan waktu untuk mencicipi hidangan khas yang berbahan dasar ikan tuhuk di warung-warung dekat dermaga. Rasa gurih dan kelembutannya pasti akan memanjakan lidah, sambil menikmati pemandangan laut di Pesisir Barat.

Share18SendTweet12
Previous Post

WSL Krui Pro 2025 Digelar di Pantai Ujung Bocur Diikuti Peserta Berbagai Negara

Next Post

Garuda Indonesia Catatkan OTP Terbaik Dunia Versi OAG Flightview

Next Post
Kementerian Perhubungan Melaksanakan Audit Internal ICAO USOAP

Garuda Indonesia Catatkan OTP Terbaik Dunia Versi OAG Flightview

PTDI Kembangkan Kemampuan Manufaktur Komponen CN235-220 di Dalam Negeri

PTDI Kembangkan Kemampuan Manufaktur Komponen CN235-220 di Dalam Negeri

Discussion about this post

NEWS UPDATE

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

CSR Pertamina Balikpapan Raih Penghargaan Nasional

30 Mei 2026
Mocca Berry Jadi Menu Baru Aston Inn

Mocca Berry Jadi Menu Baru Aston Inn

30 Mei 2026
New York Siapkan Pameran Piala Dunia 2026

New York Siapkan Pameran Piala Dunia 2026

30 Mei 2026
Sambut Long Weekend, Whoosh Hadirkan Beragam Promo Tiket

Sambut Long Weekend, Whoosh Hadirkan Beragam Promo Tiket

30 Mei 2026
Menpar Dorong Penguatan Pariwisata Lewat Gastronomi di BBTF 2026

Menpar Dorong Penguatan Pariwisata Lewat Gastronomi di BBTF 2026

30 Mei 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.