Bumi Ketapang mempunyai banyak potensi durian dan UMKM yang layak dikembangkan.
Ketapang, KabarSDGs – PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) bekerja sama dengan Inisiatif Dagang Hijau (IDH Belanda) menyelenggarakan Festival Buah Durian dan Olahan Pangan Khatulistiwa di Citi Mall Ketapang, Sabtu-Minggu, 18-19 Januari 2025. Acara ini dihadiri UMKM dan juga petani durian sekitar Ketapang.
Deputi CSR BGA Agam Fatchurrochman, menjelaskan kegiatan festival ini diselenggarakan karena potensi buah durian sebenarnya sangat besar, dan bisa melengkapi potensi ekonomi dari sawit untuk kemajuan daerah.
Pihaknya merasa prihatin dengan kondisi ekspor buah durian dari Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
“Beberapa hari lalu, saya membaca sebuah berita bahwa ekspor buah durian dari Indonesia itu sangat kecil dibandingkan dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Padahal kita juga mempunyai bibit buah unggul dan sama-sama berada di iklim tropis,” ungkapnya.
“Cina mengimpor durian sekitar Rp 117 triliun tahun 2023. Thailand ekspor paling besar, Rp 57 triliun. Vietnam kedua Rp 54 triliun. Malaysia sekitar Rp 6 triliun. Sementara Indonesia mengekspor sekitar Rp 29 miliar, tapi mengimpor Rp 55 miliar.”
Untuk itu, lanjutnya, dari festival buah durian serta olahan pangan ini, bisa membangkitkan semangat baru dari para pekebun buah lokal untuk mempunyai daya saing.
Selain itu, festival ini dilakukan untuk menyeimbangkan penggunaan lahan dan ekonomi. Jika ada alternatif pendapatan lain yang memadai, maka ketika harga sawit turun, maka pendapatan masyarakat yang mempunyai kebun buah atau pendapatan lain, masih aman, Kebun buah juga menghasilkan pangan, menyerap karbon, menjaga air dan kesuburan tanah. Jadi ini mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan.
Sementara itu, Ketua NGO Sekber PPI, Donatus Rantan, mengatakan sangat mendukung serta mengapresiasi kegiatan festival buah durian dan olahan pangan yang digelar BGA dan IDH.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi pihak BGA dan IDH yang sudah menggelar kegiatan festival ini. Ini berarti BGA tidak hanya fokus kepada industri kelapa sawit saja, namun BGA juga turut membantu pemerintah khususnya mengembangkan perekonomian masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” tuturnya.
Donatus berharap kegiatan festival seperti ini bisa terus berlanjut.
Terpisah CSR Department Head BGA, Rizki Munadhil, menambahkan kegiatan festival ini merupakan program dari diversifikasi ekonomi untuk meningkatkan dan mengembangkan ladang usaha masyarakat Ketapang khususnya, dan untuk masyarakat Kalimantan pada umumnya.
Selama ini kita hanya mengenal sawit dan sawit, untuk itu dari festival ini kita ingin menggali potensi di bidang lain, yakni buah-buahan dan pangan olahan,” ujarnya.
Dirinya berharap melalui festival ini bisa mengidentifikasi varietas durian yang bermutu dan yang bisa bersaing dengan varietas durian yang sudah dikenal di dunia luas.
“Tentunya setelah mengetahui varietas durian mana yang terbaik, nanti kita akan lebih perbanyak lagi baik dari pembibitannya serta pengembangan tanamannya,” akunya.
“Maka ke depan ini akan menjadi suatu kebanggaan untuk masyarakat Ketapang karena mempunyai varietas durian unggul yang mempunyai daya saing di pasar global,” timpalnya.
Dalam kegiatan festival ini, juga dihadirkan pakar olahan pangan UMKM dari Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta untuk melakukan pembinaan kepada usaha binaan program CSR BGA. Dilakukan juga lomba belah durian dan lomba pangan olahan UMKM.
Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKMPP Kabupaten Ketapang, sekaligus sebagai juri lomba.












Discussion about this post