BIAK, KabarSDGs – Kerjasama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Satelit dengan perusahaan operator satelit dan penyedia konektivitas global yang bernama Kineis, telah memperkuat komunikasi efektif dan cepat dalam era globalisasi saat ini. Dalam rangka memanfaatkan antena satelit, Kineis bekerja sama dengan BRIN untuk menggunakan dua lokasi antena milik BRIN, yaitu di Pusat Riset Teknologi Satelit di Bogor dan Kawasan Stasiun Lapangan (KSL) Stasiun Bumi Biak.
Tim dari Kineis dikirim ke KSL Stasiun Bumi Biak pada hari Rabu (14/06) untuk melanjutkan kerjasama tersebut. Salah satu tujuan kunjungan ini adalah pemasangan server baru yang akan terhubung dengan sistem Stasiun Bumi Biak.
Koordinator KSL Stasiun Bumi Biak, M. Luqman Ashari mengungkapkan, apresiasi terhadap kerjasama ini dan menganggapnya sebagai peluang yang sangat baik untuk memanfaatkan aset yang ada.
“Pemasangan server baru ini akan memungkinkan operasional jarak jauh, tetapi tetap ada Penanggung Jawab Inti (PIC) yang akan memonitor kinerja server tersebut di KSL Biak. PIC tersebut bertanggung jawab untuk memastikan parameter-parameter yang kritis selalu terawasi dengan baik,” ujarnya.
Luqman menerngkan, jika ada indikator parameter yang menunjukkan kondisi yang tidak normal, PIC akan segera mengidentifikasi permasalahan tersebut, misalnya dengan melakukan pemeriksaan fisik seperti memeriksa konektor yang longgar.
“Penerimaan data dari satelit menjadi prioritas utama dalam kerjasama ini. Memantau parameter-parameter yang terkait sangat penting agar penerimaan data tidak terganggu atau bahkan gagal,” jelasnya.
Selain itu, Luqman juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) agar mereka dapat mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi di masa depan.
Perwakilan dari Kineis, Laure Boutemy menjelaskan, kunjungan mereka bertujuan memasang server baru pada antena yang digunakan untuk menerima data penginderaan jauh.
“Kineis juga telah mencapai kesepakatan dengan BRIN mengenai penggunaan atap anechoic chamber di Pusat Penelitian Teknologi Satelit, dengan dua lokasi antena di Bogor dan Biak,” ungkapnya.
Laure menjelaskan, data yang akan diambil berasal dari satelit Argos, termasuk data cuaca, pelacakan hewan liar, dan angin laut. Ia melanjutkan, pengoperasian server akan dilakukan secara jarak jauh dan akan dioperasikan serta dikontrol langsung oleh Kineis.












Discussion about this post