Jakarta, Kabar SDGs – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap lima sampel mainan squishy berbentuk dumpling menyusul kekhawatiran masyarakat mengenai dugaan kandungan bahan kimia berbahaya dalam produk tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mainan yang beredar memenuhi ketentuan keamanan bagi konsumen, khususnya anak-anak.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Moga Simatupang, menjelaskan bahwa sampel yang telah dikumpulkan sedang menjalani serangkaian pengujian berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mainan anak. Pemeriksaan juga mencakup bahan tertentu di luar ketentuan SNI guna memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai keamanan produk.
“Kami sedang menguji lima sampel. Contoh uji akan dilakukan pengujian kesesuaian dengan parameter yang terdapat di SNI mainan anak, antara lain uji fisika, bakar, logam berat, formaldehida, dan tambahan pengujian di luar SNI untuk benzena,” ucap Moga Selasa 20 Oktober 2026.
Selain pengujian berdasarkan standar tersebut, Kemendag berkoordinasi dengan laboratorium lain untuk memeriksa kandungan benzena. Pemeriksaan juga mencakup dimetilformamida (DMF) dan amina, yang menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kemungkinan keberadaan zat kimia dalam mainan tersebut.
Moga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan akan diumumkan kepada masyarakat setelah proses pengujian tersedia. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi produk yang tengah menjadi perhatian publik.
“Hasil uji sampel akan kami sampaikan pada kesempatan pertama. Begitu juga untuk DMF dan amina,” lanjutnya.
Mainan squishy berbentuk dumpling belakangan ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan mengenai produk tersebut menyebar di media sosial. Produk sejenis juga dilaporkan mengalami penarikan atau pembatasan peredaran di beberapa negara, meskipun alasan yang mendasarinya tidak sama.
Di Amerika Serikat, perhatian terhadap mainan serupa berkaitan dengan keberadaan water beads atau manik-manik air di dalam produk. Material tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan bahaya apabila tertelan oleh anak-anak.
Sementara itu, pengujian laboratorium di Inggris dilaporkan menemukan kandungan benzena pada produk sejenis. Di Laos, pemerintah menghentikan penjualan mainan tersebut karena kekhawatiran terhadap kemungkinan kandungan bahan kimia di dalamnya.
Berbagai laporan dari negara lain itu menjadi latar belakang meningkatnya perhatian masyarakat terhadap keamanan squishy dumpling. Meski demikian, kepastian mengenai kandungan zat dalam sampel yang diperiksa di Indonesia masih menunggu hasil pengujian resmi dari Kemendag.
Melalui pemeriksaan tersebut, pemerintah berupaya memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sekaligus mendukung perlindungan konsumen. Hasil pengujian nantinya akan menjadi dasar untuk menjelaskan kondisi keamanan produk yang beredar di pasar.







Discussion about this post