Aceh Tenggara, Kabar SDGs – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus mempercepat pembangunan Jembatan Lawe Kisam di Kecamatan Lawe Bulan dengan anggaran Rp1,6 miliar yang bersumber dari dana transfer ke daerah (TKD). Proyek yang dimulai pada Juli 2026 tersebut ditargetkan selesai pada Desember mendatang, sekaligus untuk mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini mengganggu permukiman dan aktivitas masyarakat ketika hujan deras.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sadli, menjelaskan bahwa posisi lantai jembatan sebelumnya terlalu rendah. Akibatnya, material kayu dan sedimen yang terbawa arus kerap tersangkut dan menghambat aliran sungai hingga memicu luapan ke permukiman warga.
“Berdasarkan dokumentasi yang kami miliki, ketinggian air pernah mencapai sekitar setengah meter dari permukaan lantai jembatan. Ketika curah hujan tinggi, jembatan menjadi penghalang aliran air sehingga air meluap ke permukiman masyarakat,” kata Sadli saat meninjau pekerjaan jembatan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah menaikkan posisi lantai jembatan sekitar tiga meter dari ketinggian sebelumnya. Infrastruktur tersebut memiliki panjang 10 meter dan lebar 7,4 meter, dengan kapasitas beban hingga 30 ton.
Sadli berharap peninggian konstruksi dapat membantu menjaga kelancaran aliran sungai saat debit air meningkat. Dengan demikian, potensi air meluap ke permukaan jembatan maupun kawasan permukiman di sekitarnya dapat ditekan.
“Dengan ketinggian tersebut, mudah-mudahan air tidak lagi meluap hingga ke permukaan jembatan dan dapat mengalir dengan aman ke daerah hilir,” ujarnya.
Hingga 8 Oktober 2026, progres fisik pembangunan Jembatan Lawe Kisam telah mencapai 57,34 persen, sementara realisasi keuangannya tercatat sekitar 20 persen. Selama proses pengerjaan, warga memanfaatkan jembatan sementara yang terbuat dari batang kelapa sebagai akses penyeberangan. Jembatan darurat tersebut berada di sisi jembatan utama dan akan digunakan sampai konstruksi baru selesai.
Setelah pembangunan rampung, Jembatan Lawe Kisam akan kembali menghubungkan Desa Kandang Mbelang dengan Desa Lawe Kulok di Kecamatan Lawe Bulan. Keberadaan akses tersebut diharapkan mempermudah pergerakan warga sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perikanan dari kedua desa.
Sadli berharap infrastruktur yang dibangun dapat membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih lancar serta membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi setempat.
“Dengan adanya jembatan ini, kendala yang selama ini dihadapi masyarakat akibat luapan air bisa diatasi. Mudah-mudahan ke depannya pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin baik dan aktivitas perekonomian,” kata Sadli.












Discussion about this post