Curug, KabarSDGs – Industri penerbangan nasional tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi jumlah pesawat, penumpang domestik, hingga angkutan logistik.
Di tengah situasi tersebut, 128 lulusan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug) resmi dilantik menjadi Perwira Transportasi dan dituntut tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi kemajuan sektor transportasi udara.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto dalam amanat yang disampaikan pada Wisuda PPI Curug Tahun 2026, Kamis (27/8).
Menurut Kepala BPSDMP, masa pendidikan selama tiga hingga empat tahun merupakan bekal awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan yang sesungguhnya di dunia kerja.
Kompetensi yang diperoleh di bangku pendidikan harus dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan nyata di sektor transportasi udara.
“Tiga tahun, empat tahun adalah waktu yang singkat. Waktu yang sebenarnya adalah bagaimana nanti Anda bisa berkiprah dalam dunia nyata, dalam dunia pekerjaan yang memang membutuhkan kompetensi, membutuhkan apa yang selama ini Anda peroleh di lingkungan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug,” ucapnya.
Ia menilai kondisi sektor penerbangan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan mencari terobosan.
“Ini semuanya membutuhkan inovasi, membutuhkan kerja sama, membutuhkan improvisasi dari para wisudawan untuk bagaimana kita bisa keluar dari permasalahan-permasalahan ini,” tambahnya.
Selain inovasi, Suharto menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan transportasi udara.
Menurutnya, ekosistem penerbangan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri sehingga dibutuhkan kerja sama antarpemangku kepentingan, termasuk para lulusan yang berasal dari jalur pola pembibitan maupun jalur mandiri.
Pengalaman berkolaborasi selama menjalani pendidikan di kampus, lanjutnya, harus menjadi modal ketika para lulusan memasuki dunia profesional.
“Kolaborasi yang selama ini Anda lakukan selama tiga, empat tahun di kampus ini hendaknya menjadi modal yang sangat penting. Kolaborasi nantinya akan dapat mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan di bidang transportasi udara,” ujarnya.
Pesan lainnya adalah pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perkembangan teknologi dan dinamika industri penerbangan yang berlangsung cepat menuntut para lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi.
“Oleh karena itu Anda jangan lelah untuk belajar, belajar dan belajar. Menjadi pembelajar yang baik karena di luar sana sangat dinamis, kemajuannya sangat luar biasa, teknologi luar biasa,” tutupnya.
Pada Wisuda PPI Curug Tahun 2026, sebanyak 128 Taruna/i dinyatakan lulus dan dilantik menjadi Perwira Transportasi. Mereka terdiri atas 62 lulusan Program Sarjana Terapan, 65 lulusan Program Diploma Tiga, dan 1 lulusan Program Non-Diploma.
Direktur PPI Curug, Capt. Megi H. Helmiadi, menyampaikan bahwa seluruh lulusan memperoleh dokumen kelulusan dan kompetensi berupa ijazah, transkrip, lisensi dan/atau sertifikat kompetensi, serta Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Kelulusan tersebut menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan sekaligus mengambil peran dalam perkembangan sektor transportasi udara nasional.
“Dengan bekal pendidikan, kompetensi, dan pengalaman kolaborasi selama di kampus, para Perwira Transportasi baru PPI Curug diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, adaptif, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi perubahan.” ungkapnya.
Wisuda Tahun 2026 pun tidak sekadar menandai berakhirnya masa pendidikan bagi 128 Taruna/i, tetapi menjadi titik awal pengabdian mereka untuk ikut menjawab tantangan dan mendorong kemajuan transportasi udara Indonesia.









Discussion about this post