• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
9 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan pada Bus AKAP

by Riski Yanti
11 Agustus 2026
Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi, Kemenhub Tingkatkan Pengawasan pada Bus AKAP
16
SHARES
102
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

JAKARTA, KabarSDGs – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus meningkatkan pengawasan pada layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sebagai salah satu upaya dalam membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan.

Pengawasan berbasis data dilakukan di 115 terminal penumpang tipe A (TTA) seluruh Indonesia melalui Terminal Online System (TOS) yang hasilnya menjadi dasar evaluasi dan peningkatan kepatuhan operator.

BACA JUGA

Kemenhub Tegaskan Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub Tegaskan Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

5 September 2026
Kompetensi Personel Transportasi Udara Diperkuat, Dorong Digitalisasi untuk Penerbangan Aman dan Keberlanjutan

Kompetensi Personel Transportasi Udara Diperkuat, Dorong Digitalisasi untuk Penerbangan Aman dan Keberlanjutan

5 September 2026
Kewaspadaan Ditingkatkan di Wilayah Terdampak Karhutla

Kewaspadaan Ditingkatkan di Wilayah Terdampak Karhutla

5 September 2026

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menyatakan pengawasan yang dilakukan ini tidak hanya untuk mengetahui pelanggaran dan menindak pelanggaran, melainkan juga untuk membangun kesadaran dan kepatuhan operator angkutan umum.

“Kita harus konsisten membangun budaya keselamatan transportasi pada angkutan umum, mulai dari pemantauan, penindakan, evaluasi, hingga pembinaan untuk memastikan operator benar-benar mematuhi ketentuan. Karenanya, data hasil pengawasan itu penting untuk melihat kepatuhan dan untuk menentukan langkah apa yang perlu diambil untuk perbaikan,” kata Aan dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Minggu (9/ 8).

Berdasarkan data rekapitulasi pengawasan layanan AKAP di 115 Terminal Penumpang Tipe A pada bulan berjalan periode 1 Januari s/d 7 Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.302.888 kali perjalanan bus yang berangkat melalui TTA dan 2.380.867 kali perjalanan bus yang datang di TTA.

Dirjen Aan mengungkapkan, pengawasan ini dilakukan guna memantau kepatuhan operator terhadap persyaratan administratif maupun teknis angkutan penumpang sekaligus mengetahui potensi pelanggaran yang dapat berpengaruh pada aspek keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

“Hasil pemantauan bus yang berangkat, ditemukan sebanyak 1.307.777 perjalanan atau 56,77 persen yang terindikasi melakukan pelanggaran, sementara 995.611 perjalanan atau 43,23 persen dinyatakan tidak melakukan pelanggaran. Kemudian, pada AKAP yang datang, ada 1.040.567 perjalanan atau sekitar 43,71 persen tidak melakukan pelanggaran, dan terdapat 1.340.270 perjalanan atau 56,29 persen terindikasi melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

Aan lanjut menjelaskan jenis pelanggaran yang ditemukan petugas, di antaranya terkait penyimpangan trayek, masa berlaku bukti lulus uji berkala kendaraan (BLU-e), hingga pelanggaran masa berlaku dokumen izin penyelenggaraan/kartu pengawasan (KPS).

Dari hasil pemantauan pelanggaran pada 1,3 juta perjalanan bus yang berangkat melalui TTA, dilaporkan ada 782.969 pelanggaran penyimpangan trayek, 344.177 pelanggaran BLU-e yang kedaluwarsa, dan 575.112 pelanggaran masa berlaku KPS yang sudah kedaluwarsa.

Sementara itu, jenis pelanggaran yang sama juga ditemukan pada bus yang datang di seluruh TTA, yakni 783.969 kali pelanggaran penyimpangan trayek, 374.031 kali pelanggaran masa berlaku BLU-e yang kedaluwarsa, serta 611.953 kali pelanggaran KPS kedaluwarsa.

“Hasil temuan ini jadi bahan evaluasi kami untuk pengawasan serta pembinaan operator dan masih ditemukannya pelanggaran menunjukkan peningkatan kepatuhan perlu dilakukan secara konsisten. Pemenuhan syarat administrasi dan teknis kelaikan kendaraan ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan angkutan orang yang harus dipenuhi,” tegas Aan.

Oleh karena itu, membangun budaya keselamatan membutuhkan komitmen seluruh pihak, baik pemerintah, operator dan pengemudi, maupun masyarakat.

Aan meminta operator selalu memenuhi persyaratan administratif dan teknis serta memastikan armada maupun pengemudinya dalam kondisi laik dan prima untuk beroperasi.

“Keselamatan harus jadi prioritas dan bagian dari budaya transportasi kita sehari-hari. Kami akan terus memanfaatkan data pengawasan melalui TOS untuk mengevaluasi dan melakukan pembinaan terhadap operator, sehingga kepatuhan bisa meningkat, dan menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan itu tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan layanan angkutan umum,” tutupnya.

Share6SendTweet4
Previous Post

Lakukan Pengawasan, Kemenhub Catat 1,3 Juta Kendaraan Angkutan Barang Patuhi Aturan

Next Post

Bintan Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan

Next Post
Bintan Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan

Bintan Salurkan Bantuan Kapal untuk Nelayan

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Kementerian PU Optimalkan Bendungan Tapin untuk Jaga Ketersediaan Air di Musim Kemarau

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Services dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan Loko Cafe Malioboro

KAI Services dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Lanjutkan Kerja Sama Pengelolaan Loko Cafe Malioboro

9 September 2026
Kewaspadaan Ditingkatkan di Wilayah Terdampak Karhutla

Bandara Wunopito NTT Ditutup akibat Abu Vulkanik Gunung Lewotolok

9 September 2026
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan, Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai

ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan, Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai

9 September 2026
20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

20 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Banyuwangi

8 September 2026
Karhutla Dekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan di Samboja

Karhutla Dekati Kawasan Rehabilitasi Orang Utan di Samboja

8 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2711 shares
    Share 1084 Tweet 678
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2395 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2389 shares
    Share 956 Tweet 597
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2379 shares
    Share 952 Tweet 595

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.