• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
23 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Program B50 Diproyeksikan Perkuat Perkebunan Sawit Kaltim

by SDGS Admin
6 Juli 2026
Program B50 Diproyeksikan Perkuat Perkebunan Sawit Kaltim
22
SHARES
138
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Samarinda, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut positif penerapan kebijakan biodiesel B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Program yang menggunakan campuran 50 persen minyak sawit tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penyerapan hasil perkebunan kelapa sawit rakyat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain memperluas pasar domestik bagi produk kelapa sawit, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sehingga tidak mudah mengalami fluktuasi.

BACA JUGA

Prabowo Terima Laporan Perkembangan B50 dan Bioetanol

Prabowo Terima Laporan Perkembangan B50 dan Bioetanol

17 Agustus 2026
Pertamina Tambah Pasokan Biosolar Di Balikpapan

Pertamina Tambah Pasokan Biosolar Di Balikpapan

10 Mei 2026

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan daerahnya memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Saat ini, luas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kalimantan Timur mencapai sekitar 225 ribu hektare dengan produksi sekitar 741 ribu ton TBS setiap tahun.

Menurutnya, kapasitas produksi tersebut didukung oleh keberadaan 108 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kalimantan Timur untuk mengolah crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku biodiesel.

“Bagaimanapun juga, kebijakan ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perkebunan, terutama dari sisi peningkatan pemanfaatan hasil kelapa sawit,” ujar Ahmad Muzakkir di Samarinda.

Meski kebijakan B50 telah mulai diterapkan, Muzakkir menjelaskan pelaksanaan secara menyeluruh masih menunggu tahapan implementasi berikutnya, khususnya terkait mekanisme distribusi yang sedang disiapkan pemerintah pusat bersama pelaku usaha.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangannya, sementara pelaksanaan operasional juga melibatkan sektor swasta.

“Kita tunggu seperti apa tahapan implementasinya. Untuk pengolahan dan distribusi tentu mengacu pada sistem yang sudah dibangun. Pemerintah pada prinsipnya memberikan dukungan sesuai program dan kewenangan yang dimiliki, sementara pelaksanaannya juga melibatkan pihak swasta,” jelas Muzakkir.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan perlindungan terhadap petani kelapa sawit tetap menjadi perhatian utama. Melalui Dinas Perkebunan, pemerintah secara berkala menetapkan harga acuan TBS sebagai upaya menjaga kepastian harga jual yang layak bagi petani.

Saat ini, harga TBS di Kalimantan Timur berada di kisaran Rp3.400 per kilogram. Pemerintah berharap kebijakan B50 dapat membantu menjaga stabilitas harga tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan harga seiring meningkatnya kebutuhan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.

Dengan dukungan kapasitas produksi, infrastruktur pengolahan, serta meningkatnya kebutuhan pasar domestik, program B50 diharapkan mampu memperkuat tata niaga kelapa sawit di Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Share9SendTweet6
Previous Post

Belitong Akan Revalidasi UNESCO Global Geopark

Next Post

Penerbangan Muscat–Medan Buka Akses Wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara

Next Post
Penerbangan Muscat–Medan Buka Akses Wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara

Penerbangan Muscat–Medan Buka Akses Wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Poltekpar NHI Bandung Didukung Kemenpar

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Poltekpar NHI Bandung Didukung Kemenpar

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

Petani Teritip Panen 8,5 Ton Tomat

22 Agustus 2026
Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla

Bromo Kembali Dibuka Setelah Karhutla

22 Agustus 2026
Minapadi Subak Gianyar Buka Peluang Ekonomi Baru

Minapadi Subak Gianyar Buka Peluang Ekonomi Baru

22 Agustus 2026
Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih

Koster Dukung Gerakan Penanaman Bawang Putih

22 Agustus 2026
Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI

Angkut Bantuan, Kemenhub Berikan Potongan Harga 100 Persen Tarif Muatan Barang di Kapal PELNI

22 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2237 shares
    Share 895 Tweet 559
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1920 shares
    Share 768 Tweet 480
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1982 shares
    Share 793 Tweet 496
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1926 shares
    Share 770 Tweet 482
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1944 shares
    Share 778 Tweet 486

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.