Bengkulu, Kabar SDGs – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyambut hangat kunjungan anggota DPD RI Destita Khairilisani di Balai Kota Merah Putih, Jumat (10/10). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu sekaligus memperkuat sinergi dalam menurunkan angka stunting.
Turut hadir Plt Asisten III I Made Ardana, sejumlah kepala OPD, serta Koordinator MBG Provinsi Bengkulu Gloria Erysa Meilinda Situmorang bersama jajarannya. Dalam pertemuan itu, Walikota Dedy menjelaskan bahwa hingga kini telah berdiri 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu, yang terus berkembang dan menunjukkan hasil positif di lapangan.
“Secara umum, program MBG di Bengkulu berjalan cukup baik. Namun, saya minta perhatian khusus terhadap aspek higienitas makanan yang disajikan. Jangan sampai terjadi kasus seperti di daerah lain,” tegas Dedy.
Ia menambahkan, MBG tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah, tetapi juga diperluas untuk ibu hamil dan balita yang memerlukan perhatian gizi lebih. “Alhamdulillah, saya sangat senang karena program ini juga membantu menurunkan angka stunting. Sekitar 100 ibu hamil dan lebih dari 1.000 balita telah menerima manfaat dari MBG ini,” ujarnya.
Selain memperbaiki status gizi masyarakat, Dedy menilai MBG memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal, antara lain dengan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan daya serap produk pangan masyarakat. “Kami bangga dan berterima kasih. Semoga manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat Kota Bengkulu,” pungkasnya.
Sementara itu, anggota DPD RI Destita Khairilisani mengapresiasi langkah Pemkot Bengkulu dalam mempercepat realisasi program nasional tersebut. Ia menyebut, dari target 39 dapur MBG, sebanyak 25 dapur telah beroperasi aktif dan melayani masyarakat dengan baik.
“Dari kunjungan ini, kami mendapat banyak masukan dan aspirasi dari pemerintah kota. Apa yang dilakukan Kota Bengkulu bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.












Discussion about this post