Mojokerto, Kabar SDGs – Peternakan Setia Kawan Farm (SKF) di Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Jetis, Kabupaten Mojokerto, tengah mengembangkan budidaya kambing dan domba impor yang berasal dari Afrika Selatan serta Australia. Saat ini terdapat sekitar 800 ekor hewan ternak fullblood, dengan komposisi 85 persen betina dan 15 persen pejantan.
Pengelola SKF, Fardan Setyo Alamsah, menjelaskan bahwa usaha yang dimiliki oleh Marno, warga setempat, diklaim sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kambing dan domba memang kita impor dari Australia dan Afrika Selatan. Ini adalah wujud dukungan kami terhadap pemerintah dalam ketahanan pangan. Kami tidak hanya memproduksi hewan ternak, tapi juga konsentrat pakan,” kata Fardan, Selasa (16/9/2025).
Jenis yang dikembangkan di antaranya dorper dan boer dari Afrika Selatan serta kambing asal Australia. Dorper dikenal bertubuh padat dengan bulu putih dan kepala hitam, sedangkan boer berukuran besar, bertanduk, berdada lebar, dan cepat menghasilkan daging.
SKF mengembangkan sistem persilangan antara kambing impor dengan domba lokal guna memperoleh keturunan dengan kualitas genetik unggul. Peternakan ini memiliki dua kandang utama, yakni kandang fullblood berukuran 24 x 80 meter dan area persilangan seluas 5 hektare yang juga difungsikan sebagai lahan hijauan pakan.
Pengelolaan peternakan dilakukan dengan pola kemitraan bersama peternak serta BUMDes di berbagai daerah. Dalam sebulan, SKF mampu menyalurkan 500 hingga 1.000 ekor kambing ke mitra. Harga anakan hasil persilangan dengan domba lokal dipatok Rp2–3 juta per ekor, sedangkan kambing fullblood impor dilepas dengan harga Rp20–25 juta per ekor. Jaringan distribusi mitra SKF tersebar di Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Bali, hingga Lampung.
Menurut Fardan, hewan ternak impor tersebut relatif mudah dirawat karena dapat beradaptasi dengan kondisi geografis Indonesia. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, dengan takaran konsentrat 2 persen dari bobot tubuh serta hijauan sebanyak 10 persen dari bobot tubuh.
“Harapannya peternakan ini bisa menjadi percontohan program beternak untuk ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekspor bila ada permintaan,” ujarnya.












Discussion about this post