Karawang, Kabar SDGs – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggelar lomba desa dan kelurahan bertajuk Anugerah Gapura Sri Baduga, sebagai ajang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan dan pelayanan publik di tingkat paling bawah pemerintahan. Lomba ini sekaligus menjadi cermin untuk mengidentifikasi desa serta kelurahan terbaik maupun yang masih tertinggal.
Shabrina, pejabat fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan dan pemetaan kualitas pembangunan desa dan kelurahan. “Penilaian harus mencakup seluruh parameter pembangunan, termasuk tata kelola pemerintahan, standar pelayanan minimal, respon cepat, dan kewenangan lintas sektoral,” kata Shabrina, Kamis (31/7).
Pelaksanaan lomba dilakukan secara bertahap, dimulai dari unggah dokumen oleh peserta, lalu diverifikasi di tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan penilaian di tingkat kabupaten atau kota, dan akhirnya diseleksi di tingkat provinsi. Untuk Kabupaten Karawang, jadwal sosialisasi di tingkat kecamatan akan dilakukan pada 5 Agustus 2025, dilanjutkan sosialisasi ke desa dan kelurahan pada 11 Agustus 2025. Pengunggahan dokumen akan dibuka pada 16 Agustus hingga 7 September 2025.
Selanjutnya, penilaian tingkat kecamatan berlangsung 8–19 September 2025, tingkat kabupaten pada 22 September–10 Oktober 2025, dan penilaian tingkat provinsi dilakukan antara 20 Oktober hingga 21 November 2025.
Menurut Shabrina, hasil lomba ini akan membawa konsekuensi nyata. Desa dan kelurahan dengan nilai tertinggi akan mendapatkan program khusus pada tahun anggaran berikutnya. Sebaliknya, bagi yang berada di peringkat terbawah, Pemerintah Kabupaten akan melakukan verifikasi lapangan dan menetapkan sanksi berupa disinsentif serta tidak mendapatkan Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes).
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Karawang, Andri Irawan, menyebut bahwa lomba ini dirancang sebagai bentuk refleksi atas capaian-capaian konkret di lapangan. “Lomba ini menjadi dorongan agar desa dan kelurahan berkompetisi sehat dan terpacu menjadi yang terbaik. Pada akhirnya, semua ini bertujuan mewujudkan Karawang yang maju, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujarnya.












Discussion about this post