Jember, Kabar SDGs – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember kembali membuka layanan administrasi kependudukan (adminduk) langsung di tengah masyarakat lewat program Bunga Desaku Cantik atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan Cinta Statistik, yang digelar di Kecamatan Silo pada 27–28 Juni 2025.
Program unggulan ini merupakan inisiasi Bupati Jember Muhammad Fawait, yang mengusung konsep pelayanan publik terpadu di wilayah perdesaan. Dalam pelaksanaannya, Disdukcapil Jember membuka dua titik layanan, yakni di Lapangan Sempolan dan Kantor Desa Sidomulyo, untuk memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan tanpa harus ke kantor pusat di kota.
Berbagai layanan yang tersedia meliputi pembuatan KTP-el, Kartu Keluarga (KK), perekaman data, akta kelahiran, akta kematian, surat pindah domisili, biodata WNI, hingga buku nikah isbat.
“Ini bentuk nyata komitmen kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari kota,” ujar Kepala Disdukcapil Jember, Bambang Saputro.
Selain layanan adminduk, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pelayanan kesehatan gratis, hingga pasar murah yang digelar oleh Disperindag.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Salah satu pasangan warga, Vicko Felan dan Lusi Susanti, mengaku sangat terbantu. “Kami bisa langsung mengurus akta kelahiran dan KTP di sini. Prosesnya cepat dan syaratnya juga nggak ribet,” ungkap mereka.
Pada hari pertama pelaksanaan, Disdukcapil Jember mencatat sebanyak 315 dokumen adminduk berhasil diproses, dengan rincian:
- 68 Kartu Keluarga (KK)
- 144 KTP elektronik
- 52 perekaman data
- 48 akta kelahiran
- 1 surat pindah
- 1 biodata WNI
- 1 buku nikah isbat
Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan.
Dengan layanan jemput bola seperti ini, Disdukcapil Jember terus berupaya memperluas jangkauan dan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi warga di wilayah terpencil. Program ini sekaligus memperkuat sinergi antar-OPD dalam membangun pelayanan yang inklusif dan merata.










Discussion about this post