• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
17 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Income Contingent Loan, Pinjaman Pendidikan Paling Cocok untuk Indonesia

by Riski Yanti
18 Maret 2024
Income Contingent Loan, Pinjaman Pendidikan Paling Cocok untuk Indonesia
41
SHARES
258
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, KabarSDGs – Elza Emira Ph.D Development Research University of Bonn menyambut positif wacana student loan atau pinjaman pendidikan di Indonesia yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Elza menilai dari sekian skema student loan, skema yang paling cocok diterapkan di Indonesia, yakni income contingent loan.

“Ini merupakan skema pinjaman tanpa bunga untuk pendidikan tinggi yang dapat dibayar setelah mahasiswa lulus dan berpenghasilan cukup,” kata Elza dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema ‘Biaya Kuliah Tinggi, Pinjaman Pendidikan Jadi Solusi?’, Senin (18/03).

BACA JUGA

USK Kembangkan Pendidikan Profesi Entomologi Kesehatan

USK Kembangkan Pendidikan Profesi Entomologi Kesehatan

24 September 2026
SDIT BIS Perkuat Kolaborasi Orang Tua Bentuk Karakter Anak

SDIT BIS Perkuat Kolaborasi Orang Tua Bentuk Karakter Anak

5 Agustus 2026
Bupati Jember Ajak Pelajar Prioritaskan Pendidikan

Bupati Jember Ajak Pelajar Prioritaskan Pendidikan

30 Juli 2026

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pada Selasa (301) lalu mengungkapkan Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah meminta LPDP untuk mengembangkan skema student loan seperti di negara-negara maju.

Elza menjelaskan, banyak negara maju telah mengembangkan sistem income contingent loan untuk menggantikan pinjaman pendidikan dengan sistem hipotek. Menurutnya sistem income contingent loan ini dianggap lebih baik daripada sistem hipotek.

“Kalau hipotek ini kan jumlah dan waktu pembayarannya sudah ditentukan. Ini yang membuat orang mengalami gagal bayar. Sedangkan kalau income contingent loan, mahasiswa penerima utang akan membayar dengan waktu dan besarannya disesuaikan dengan penghasilan nanti setelah lulus dan bekerja,” jelasnya.

Menurutnya, dalam skema income contingent loan tidak mengenal istilah kredit macet atau gagal bayar sehingga membuat nama peminjam jelek di BI Checking. Elza mengatakan, skema ini membuat mahasiswa peminjam bisa menyesuaikan ansuran pembayaran dengan penghasilan yang didapat.

“Karena model bayarnya disesuaikan dengan penghasilan. Jika misalnya sedang tidak ada penghasilan, ya akan dibebaskan dari membayar utang. Nanti kalau sudah ada pendapatan lagi, baru sistem bayarnya dilanjut lagi,” jelasnya.

Elza juga menambahkan sistem income contingent loan akan sejalan dengan program pemerintah yang berkomitmen untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi (APK-PT) lewat beasiswa.

Program ini tujuannya memang memudahkan bagi mereka yang hendak mengenyam pendidikan tinggi namun mengalami kesulitan finansial.

Lebih jauh Elza menilai sistem income contingent loan ini lebih efektif dibanding dengan skema beasiswa. Walaupun pada prinsipnya sama, namun income contingent loan bisa mengakomodir lebih banyak mahasiswa.

“Kalau beasiswa, dananya hanya untuk satu mahasiswa. Sedangkan kalau student loan bisa untuk dua mahasiswa. Karena nanti dana itu akan kembali setelah kekurangannya di-cover pemerintah,” ujarnya.

Adapun pemerintah bisa meng-cover sebagian pinjaman ini menggunakan dana dari APBN. Meskipun saat ini jumlah APBN untuk pendidikan tinggi terbilang masih sangat terbatas. Hanya berkisar 0,3 dari 20 persen keseluruhan APBN.

“Kita tahu APBN terbatas, makanya dengan sistem student loan ini akan membantu coverage ke pemerintah. Ini kan uangnya kembali, untuk dipinjamkan ke mahasiswa setelahnya,” jelasnya.

Menurut Elza, saat ini yang terpenting bagi pemerintah adalah menyiapkan sistem pendataan yang terintegrasi. Data ini nantinya untuk keperluan tracking setelah mahasiswa tersebut lulus agar melunasi utangnya.

“Kalau di luar negeri, data ini langsung terintegrasi dengan pajak dan Nomor Induk Kependudukan. Sehingga pelacakannya mudah. Misalnya untuk yang setelah lulus kerja di lingkungan formal nanti sistem pembayarannya langsung dipotong gaji. Nah, tantangannya bagaimana ini nanti yang kerja di sektor informal? Maka dari itu pemerintah harus pandai mensiasati,” ujarnya.

Share16SendTweet10
Previous Post

Pemerintah Antisipasi Gagal Bayar dalam Pinjaman Lunak Pendidikan

Next Post

Dukung Kemenhub, KAI Berkomitmen Hadirkan Angkutan Lebaran sesuai Slogan “Mudik Ceria, Penuh Makna”

Next Post
Dukung Kemenhub, KAI Berkomitmen Hadirkan Angkutan Lebaran sesuai Slogan “Mudik Ceria, Penuh Makna”

Dukung Kemenhub, KAI Berkomitmen Hadirkan Angkutan Lebaran sesuai Slogan “Mudik Ceria, Penuh Makna”

Kemenparekraf akan Luncurkan MICE.id, Klaborasi PHRI dan GoVirtual

Kemenparekraf akan Luncurkan MICE.id, Klaborasi PHRI dan GoVirtual

Discussion about this post

NEWS UPDATE

OpenAI Gugat Apple Terkait Dugaan Pencurian Rahasia AI

OpenAI Gugat Apple Terkait Dugaan Pencurian Rahasia AI

17 Oktober 2026
Batik Dumai Angkat Legenda Putri Tujuh Hingga Mendunia

Batik Dumai Angkat Legenda Putri Tujuh Hingga Mendunia

17 Oktober 2026
Pertamina Tingkatkan Layanan BBM Untuk Percepat Pemulihan Di Bali

Pertamina Tingkatkan Layanan BBM Untuk Percepat Pemulihan Di Bali

17 Oktober 2026
Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi

Rumah Sakit Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi

16 Oktober 2026
Pesta Adat Nondoi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif PPU

Pesta Adat Nondoi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif PPU

16 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4118 shares
    Share 1647 Tweet 1030
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3828 shares
    Share 1531 Tweet 957
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3820 shares
    Share 1528 Tweet 955
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3765 shares
    Share 1506 Tweet 941
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3729 shares
    Share 1492 Tweet 932

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.