Blitar, Kabar SDGs – PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) mengadakan Program Pelita Warna melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Jawa Timur, pada 27–30 Oktober 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan, memberikan pendampingan psikososial, serta membekali anak binaan dengan keterampilan praktis sebagai persiapan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Fajar Setyono, menyampaikan bahwa setiap anak mempunyai potensi untuk berkembang dan memperbaiki masa depannya. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan keterampilan dinilai penting untuk membuka peluang bagi anak binaan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui Program Pelita Warna, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” kata Fajar dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Sebanyak 160 anak binaan terlibat dalam kegiatan sosialisasi yang mencakup dua materi utama, yakni pemahaman hukum dan pendampingan psikososial. Pada materi hukum, peserta memperoleh pembekalan mengenai hak dan kewajiban anak, rehabilitasi dan adaptasi sosial, serta prinsip dasar hukum perjanjian yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pendampingan psikososial diarahkan untuk membantu anak binaan mengenali dan mengelola emosi, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan, serta mempersiapkan diri untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Program Pelita Warna juga menyediakan pelatihan keterampilan intensif selama empat hari bagi 30 anak binaan terpilih. Pelatihan tersebut meliputi tiga bidang, yaitu pangkas rambut atau barber, pertanian, dan kerajinan tangan.
Pemilihan peserta dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku baik serta minat masing-masing anak terhadap bidang keterampilan yang akan dipelajari. Dengan pendekatan tersebut, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bekal memperoleh penghasilan sekaligus membangun kemandirian setelah keluar dari LPKA.
Fajar menegaskan bahwa pemberdayaan anak binaan merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, manfaat program perlu terus dikembangkan agar peserta dapat mengasah kemampuan dan memiliki lebih banyak pilihan untuk masa depan.
“Harapan kami, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti ketika kegiatan ini selesai. Anak-anak dapat terus belajar, mengasah kemampuan, dan memiliki pilihan yang lebih luas untuk hidup mandiri,” jelasnya.
Kepala LPKA Kelas I Blitar, Jaka Prihatin, menyambut positif keterlibatan dunia usaha dalam mendukung proses pembinaan anak. Ia menilai pembinaan yang efektif perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembentukan karakter dan mental, tetapi juga dengan mempersiapkan keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak di LPKA tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan mengembangkan diri. Dukungan ini sangat berarti untuk menumbuhkan motivasi mereka agar berubah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Jaka.
Sebagai dukungan agar kegiatan pembinaan dapat berlanjut, Pelindo Terminal Petikemas turut menyerahkan bantuan peralatan praktik kepada LPKA Kelas I Blitar. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang pelatihan dan pengembangan keterampilan anak binaan secara berkesinambungan, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk membangun kehidupan mandiri ketika kembali ke masyarakat.










Discussion about this post