Samarinda, Kabar SDGs – Kebutuhan beras bagi santri dan pengajar di sejumlah pondok pesantren serta rumah tahfiz di Samarinda dan wilayah sekitarnya diperkirakan mencapai 7 ton setiap bulan. Kondisi tersebut mendorong Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Samarinda memperkuat program Beras untuk Santri dengan menyalurkan bantuan pangan sepanjang Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, BMH mendistribusikan lebih dari 2.250 kilogram beras kepada 11 lembaga pendidikan Islam. Bantuan tersebut menjangkau sebanyak 1.259 penerima manfaat yang terdiri dari santri dan guru.
Program Beras untuk Santri merupakan bagian dari pilar sosial dan kemanusiaan BMH melalui program Sahabat Peduli. Bantuan diberikan untuk meringankan kebutuhan pangan para santri, terutama mereka yang berasal dari keluarga dhuafa.
“Program ini sangat membantu kegiatan belajar santri. Mereka tidak perlu khawatir dengan kebutuhan makan selama menjalani aktivitas belajar,” ujar Muhyar, Ketua Unit Layanan BMH Samarinda.
Muhyar mengatakan jumlah bantuan yang disalurkan saat ini masih belum mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan beras santri. Berdasarkan pendataan BMH, kebutuhan pangan tersebut mencapai sekitar 7 ton beras setiap bulan.
“Kebutuhan mencapai 7 ton beras setiap bulan. Semoga ini menjadi amal jariyah dan kami menawarkan kepada pihak lain untuk ikut dalam program ini,” katanya.
Selama Agustus 2026, penyaluran dilakukan ke sejumlah pondok pesantren dan rumah Al-Qur’an. Pondok Tahfiz Qur’an Al Izzah mendapatkan 300 kilogram beras, Pondok Pesantren Hijratul Muttaqin sebanyak 200 kilogram, Pondok Pesantren An Nahl 250 kilogram, serta Pondok Pesantren Hidayatullah sebanyak 500 kilogram.
Bantuan berikutnya disalurkan kepada Pondok Pesantren Rahmatullah sebanyak 400 kilogram, Pondok Pesantren Darul Hijrah 100 kilogram, Pondok Tahfiz Qur’an Darul Fattah 100 kilogram, dan Pondok Pesantren Hidayatullah Loa Kulu sebanyak 250 kilogram.
Sementara itu, Rumah Qur’an Al Qolam Ad Dzkiro menerima 50 kilogram, Pondok Pesantren Ar Rahmah 50 kilogram, serta Pondok Pesantren Putri Nuruddin Salam juga memperoleh 50 kilogram beras.
Dalam proses penyaluran, BMH berkoordinasi dengan pengelola masing-masing lembaga. Koordinasi dilakukan mulai dari pendataan penerima, persiapan kebutuhan logistik hingga pendistribusian bantuan kepada para santri dan guru.
Salah seorang santri yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berkontribusi melalui program tersebut.
“Terima kasih kepada donatur BMH yang telah memberikan kami beras untuk santri. Semoga Allah membalasnya,” tuturnya.
BMH menilai keterbatasan jumlah mitra masih menjadi salah satu kendala dalam memperluas program Beras untuk Santri. Padahal, ketersediaan pangan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung agar para santri dapat menjalani kegiatan pendidikan dengan lebih tenang.
Melalui perluasan kolaborasi dengan masyarakat dan para mitra, BMH berharap bantuan pangan bagi santri dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan Islam sekaligus membantu memenuhi kebutuhan beras yang masih cukup besar di Samarinda dan sekitarnya.










Discussion about this post