Lampung Selatan, Kabar SDGs – Politeknik Negeri Lampung kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Fisheries and Marine Student Competition 2026 yang digelar Jurusan Perikanan dan Kelautan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 22–23 Januari 2026, di Gedung Serba Guna Polinela dan diikuti ratusan pelajar SMA, SMK, dan MA dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema Wave of Change: Youth for Future Fisheries, ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana pengenalan dunia pendidikan vokasi perikanan dan kelautan kepada generasi muda. Sejak hari pertama, suasana kegiatan berlangsung semarak dengan antusiasme tinggi para peserta yang datang untuk berkompetisi sekaligus belajar dan bertukar pengalaman.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., setelah sebelumnya diawali sambutan Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan Polinela, Pindo Witoko, S.Pi., M.P. Dalam sambutannya, Pindo menegaskan bahwa FIMASCO merupakan agenda strategis jurusan yang dirancang untuk menumbuhkan minat, kreativitas, dan kompetensi pelajar terhadap sektor perikanan dan kelautan. “FIMASCO bukan sekadar lomba, tetapi sarana pembelajaran dan pembuktian kemampuan. Kami ingin generasi muda mengenal lebih dekat bidang perikanan dan kelautan yang memiliki peran vital dalam ketahanan pangan dan ekonomi maritim nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jurusan Perikanan dan Kelautan Polinela terus berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, sehingga lulusan ke depan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkenalkan standar pendidikan vokasi perguruan tinggi.
Direktur Polinela dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi jurusan dalam membina calon mahasiswa vokasi melalui kegiatan yang berdampak langsung. Menurutnya, FIMASCO menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan akademik, keterampilan teknis, dan karakter peserta. “Melalui FIMASCO 2026, peserta dilatih berpikir kritis, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam tim. Ini adalah bekal penting bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi dan berkarier di sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, FIMASCO 2026 mempertandingkan dua kategori utama. Kompetisi Bidang Perikanan meliputi teknik pemijahan ikan, packing benih ikan, pembuatan rute pelayaran, serta perbaikan jaring, yang menuntut peserta mempraktikkan keterampilan teknis sesuai standar pendidikan vokasi. Sementara itu, Kompetisi Bidang Umum mencakup lomba cerdas cermat, debat, business model canvas, fotografi, dan videografi yang menonjolkan kreativitas, keberanian berpendapat, dan kerja sama tim.
Peserta datang dari berbagai sekolah di sejumlah daerah, di antaranya SMKN 2 Metro, SMKN 4 Metro, SUPM Kota Agung, SMKN 1 Krui, SMKN 1 Tulang Bawang Tengah, SMAN 2 Bengkulu, SMKN 1 Mundu Cirebon, hingga SMKS Kosgoro Kota Bogor. Keberagaman asal peserta mencerminkan daya tarik FIMASCO sebagai ajang nasional bagi pelajar vokasi dan umum.
Bagi para peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengenal kehidupan kampus, memperluas wawasan, dan membangun kepercayaan diri. Melalui FIMASCO 2026, Polinela berharap dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia di masa depan.











Discussion about this post