Kampar, Kabar SDGs – Sebanyak 62 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengikuti kegiatan Company One Day Experience di Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kegiatan dalam mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari praktik pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Didampingi lima dosen, yakni Assyari Abdullah, Mustafa, Muhammad Soim, dan Dwi Sutri Astuti, para mahasiswa mengikuti sejumlah agenda pembelajaran lapangan. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan program, observasi langsung, serta diskusi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Community Involvement and Development (CID) PHR di wilayah operasional perusahaan.
Salah satu praktik yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pengolahan kotoran sapi menjadi biogas. Program ini menunjukkan bagaimana permasalahan lingkungan di tingkat desa dapat ditangani melalui pemanfaatan limbah peternakan sebagai sumber energi alternatif yang berguna bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kepala Desa Mukti Sari, Waryono, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berawal dari persoalan banyaknya sapi yang berkeliaran di lingkungan desa sehingga kotorannya tersebar di berbagai lokasi. Melalui perhatian dan pendampingan PHR, kondisi tersebut kemudian dikembangkan menjadi peluang pemanfaatan energi yang memberikan manfaat bagi warga.
“Awalnya kotoran sapi ini menjadi masalah di desa. Namun, berkat perhatian dan pendampingan dari PHR, kotoran sapi yang semula menjadi persoalan kini dapat dimanfaatkan menjadi biogas yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Waryono saat acara penyambutan di Aula Kantor Desa Mukti Sari.
Ia turut mengapresiasi dukungan PHR melalui program CID yang dinilai membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lokal. Pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas juga mulai mendorong kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan gas untuk aktivitas sehari-hari.
Officer Community Involvement and Development (CID) PHR, Lidia Sari, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Pengelolaan limbah peternakan tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa.
“Program ini merupakan wujud komitmen PHR untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah operasional PHR,” jelas Lidia.
Selain mengembangkan biogas, PHR melalui program CID turut mendampingi masyarakat dalam mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair dan pupuk organik kering. Pengembangan produk tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai guna limbah peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi kelompok masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Bhina Mukti Sari, Sudarman, menjelaskan perkembangan usaha pengolahan pupuk organik saat menerima kunjungan mahasiswa di Rumah Produksi Pupuk Organik. Produk yang dihasilkan kelompoknya telah menjangkau pasar di luar Provinsi Riau, menunjukkan adanya peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk berbasis potensi lokal.
“Alhamdulillah, pupuk organik yang kami produksi sudah dijual sampai ke Sumatera Barat,” tuturnya.
Dosen pengampu mata kuliah CSR Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Assyari Abdullah, mengatakan bahwa kegiatan Company One Day Experience dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Dengan melihat pelaksanaan program pemberdayaan secara nyata, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan antara konsep CSR yang dipelajari di ruang kelas dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami CSR secara teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana program CSR diimplementasikan di tengah masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu melihat bahwa CSR bukan sekadar program perusahaan, tetapi juga bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” jelas Assyari.
Assyari juga menyampaikan apresiasi kepada tim CID PHR, Pemerintah Desa Mukti Sari, dan Kelompok Bhina Mukti Sari atas dukungan serta kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mempelajari praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada CID PHR, Pemerintah Desa Mukti Sari, dan Kelompok Bhina Mukti Sari yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktik pemberdayaan masyarakat yang nyata,” tutupnya.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai peran program CSR dalam menghubungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui pengolahan limbah peternakan menjadi biogas dan pupuk organik, Desa Mukti Sari memperlihatkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kemandirian energi, pengelolaan lingkungan, serta peluang usaha yang berkelanjutan.












Discussion about this post