• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home HOT NEWS

Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

by Riski Yanti
28 September 2026
Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak
14
SHARES
89
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Demak, KabarSDGs – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (27/9).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan ketersediaan air bagi lahan pertanian dapat segera dilaksanakan, sekaligus melihat kondisi rob yang turut menjadi kendala bagi petani di wilayah tersebut.

BACA JUGA

14 Bangunan Pemerintah dan Fasilitas Publik Solok Dipulihkan Bertahap

14 Bangunan Pemerintah dan Fasilitas Publik Solok Dipulihkan Bertahap

27 September 2026
Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

27 September 2026
Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

27 September 2026

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan kekeringan di Demak harus dilakukan secara cepat dengan melihat kebutuhan nyata di lapangan.

“Saya sudah minta jajaran untuk segera melakukan penanganan. Kita lihat ada sawah yang terdampak kekeringan, sekaligus ada persoalan rob. Yang penting sekarang bagaimana air bisa segera kita hadirkan untuk membantu petani dan memastikan lahan pertanian tetap bisa ditanami,” kata Menteri Dody.

Daerah Irigasi (DI) Guntur memiliki luas sekitar 2.036 hektare dan sumber airnya berasal antara lain dari Sungai KB1, Sungai Jragung Lama, serta Sungai Cabean.

Namun, pada musim kemarau, kawasan tersebut menghadapi persoalan kekurangan air sekaligus masuknya air laut (rob) ke wilayah persawahan.

Berdasarkan data BBWS Pemali Juana per 21 September 2026, di Kabupaten Demak tercatat 124 hektare sawah yang terdampak kekeringan dengan status resiko gagal panen.

Saat ini telah dilakukan sejumlah penanganan salah satunya penambahan air dari Rawa Pening, pompanisasi dan bantuan BBM untuk operasional pompanisasi petani.

Kondisi tersebut tersebar di sejumlah desa, termasuk Desa Blerong, Kecamatan Guntur yang juga terdampak dengan total hamparan sawah seluas 8 hektare.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Sudarto menjelaskan, kekeringan tersebut terjadi akibat tidak adanya suplai air dari Bendung Jragung melalui Sungai Jragung.

Sehingga, untuk penanganan jangka pendek di Desa Blerong, Kementerian PU akan melakukan intervensi melalui pemompaan dari sumber air yang tersedia.

Apabila diperlukan, Kementerian PU juga akan menyiapkan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian yang terdampak.

“Tim kami hari ini langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan dengan membawa alat bor, juga pompa apabila di sana membutuhkan. Pemompaan nanti kami maksimalkan sesuai kebutuhan lahan pertanian,” ujar Sudarto.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PU terus mendorong optimalisasi Bendungan Jragung yang saat ini dalam tahap impounding atau pengisian awal.

Bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 90 juta m3 tersebut diharapkan dapat mulai mendukung pelayanan irigasi pada 2027.

Setelah beroperasi, Bendungan Jragung diproyeksikan dapat mendukung layanan irigasi hingga 4.500 hektare.

“Bendungan Jragung sekarang progressnya sudah 97%. Akhir tahun ini, Desember 2026, selesai. Dan akan beroperasi pada 2027 awal. Nanti tergantung curah hujan. Kalau maksimal terisi, paling tidak tahun depan sudah menjadi irigasi premium sehingga irigasi-irigasi di bawahnya bisa kita maksimalkan,” tambah Sudarto.

Optimalisasi Bendung Karet Wonokerto Untuk Pengendalian Rob

Selain penanganan yang telah dilakukan melalui pemompaan dan dukungan operasional pompa di sejumlah lokasi, BBWS Pemali Juana juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan rob.

Melalui optimalisasi Bendung Karet Wonokerto, diharapkan pengaturan dan suplai air dapat terjaga sehingga persoalan masuknya air laut dan kekeringan di kawasan pertanian Pantura dapat ditangani secara terpadu.

“Untuk penanganan robnya sendiri, kami mengambil air dari Bendung Karet Wonokerto, kami melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sekarang sebenarnya sudah kami fungsikan, sehingga sebagian besar lahan pertanian sudah bisa kita aliri air,” jelas Sudarto.

Melalui berbagai upaya penanganan tersebut, Kementerian PU berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan di Jawa Tengah.

Share6SendTweet4
Previous Post

KMP Hafamati HF Segera Hadir

Next Post

Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

Next Post
Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

28 September 2026
Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

28 September 2026
BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

28 September 2026
Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

28 September 2026
Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

28 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3177 shares
    Share 1271 Tweet 794
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3187 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3498 shares
    Share 1399 Tweet 875
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3139 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3172 shares
    Share 1269 Tweet 793

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.