• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
28 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan

by Riski Yanti
27 September 2026
Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan
15
SHARES
93
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Cirebon, KabarSDGs – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung menyusuri titik-titik kekeringan di Bekasi, Karawang, hingga Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026), untuk memastikan ketersediaan air bagi petani.

Langkah ini menjadi bentuk keseriusan Kementerian PU dalam menjaga produktivitas lahan persawahan sekaligus mengawal target swasembada pangan nasional pada 2026.

BACA JUGA

14 Bangunan Pemerintah dan Fasilitas Publik Solok Dipulihkan Bertahap

14 Bangunan Pemerintah dan Fasilitas Publik Solok Dipulihkan Bertahap

27 September 2026
Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

27 September 2026
Kementerian PU Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar

Kementerian PU Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar

27 September 2026

Di tengah ancaman kekeringan dan fenomena El Nino, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan.

Karena itu, Menteri Dody memilih melihat langsung kondisi di lapangan untuk memastikan persoalan yang dihadapi petani tertangani, sekaligus mengecek kesesuaian laporan jajaran sumber daya air dengan kondisi sebenarnya.

“Saya ingin memastikan laporan yang disampaikan teman-teman sumber daya air benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari laporan, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik kekeringan. Ini sangat saya sesalkan, karena sejak awal tahun saya sudah mengingatkan agar ketersediaan air untuk sawah dijaga,” kata Menteri Dody.

Peninjauan pertama dilakukan di Desa Karangharja, Kec. Kebayuran, Kab. Bekasi. Di lokasi ini, saluran irigasi tersier ditemukan dalam kondisi tidak mengalir.

Padahal, hanya berjarak sekitar dua kilometer dari area persawahan terdapat sungai besar yang debit airnya masih terjaga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Menteri Dody karena sumber air yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

Kunjungan berikutnya dilakukan di Desa Sukatani, Kec. Cilamaya Wetan, Kab. Karawang dengan tantangan penanganan yang membutuhkan upaya lebih besar.

Menteri Dody melihat langsung kondisi persawahan dan kebutuhan pengairan di lokasi tersebut.

Sementara itu, pada titik ketiga di Desa Kedongdong, Kec. Susukan, Kab. Cirebon, terdapat area persawahan seluas lebih dari 100 hektare yang juga membutuhkan perhatian dalam penanganan kekeringan.

Menteri Dody menegaskan, penanganan kekeringan tidak selalu harus menunggu pembangunan infrastruktur berskala besar.

Pada lokasi yang memiliki sumber air berdekatan dengan lahan pertanian, penambahan pompa dan pipa atau selang dapat menjadi solusi untuk mengalirkan air ke jaringan irigasi.

Sementara untuk lokasi dengan kondisi geografis yang lebih menantang, diperlukan alternatif penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

“Sebetulnya banyak persoalan yang tidak terlalu rumit. Kalau sumber airnya ada, kita bisa memasang pompa dan menyalurkan air ke saluran irigasi. Kalau memang air harus dinaikkan dari sungai ke sawah, kita bisa menggunakan pompa. Yang penting, kita mau turun melihat langsung persoalan petani dan segera mengerjakannya,” tegas Dody.

Untuk penanganan jangka panjang, Kementerian PU juga akan mengkaji pembangunan sumur bor dan embung pada lokasi yang memungkinkan.

Di samping itu, pendataan kebutuhan air akan diperkuat dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil yang dihadapi petani.

Menteri Dody menekankan bahwa keberpihakan kepada petani harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Menteri Dody meminta seluruh jajaran Kementerian PU, khususnya bidang sumber daya air, untuk lebih aktif turun ke lapangan, mengidentifikasi persoalan, dan mempercepat penanganan.

Program serta anggaran yang tersedia, termasuk Inpres Irigasi dan program irigasi reguler, perlu dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan untuk mendukung penanganan kekeringan.

“Target swasembada pangan 2026, insyaallah tetap kita kejar. Saya akan lebih fokus pada persoalan kekeringan. Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan air petani, karena dampaknya bukan hanya bagi masyarakat di satu daerah, tetapi bagi ketahanan pangan Indonesia. Kita harus hadir dan memastikan sawah-sawah mendapatkan air,” tutup Menteri Dody.

Melalui langkah tersebut, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mendukung perjuangan petani dalam mempertahankan produksi pangan.

Bagi pemerintah, memastikan air sampai ke sawah merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional 2026. L

Share6SendTweet4
Previous Post

Kementerian PU Optimalisasi Kolam Retensi SR Sudiang, Makassar

Next Post

Badung Dorong Generasi Muda Aktif dan Berencana

Next Post
Badung Dorong Generasi Muda Aktif dan Berencana

Badung Dorong Generasi Muda Aktif dan Berencana

Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

Perbaikan 5 Klaster Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumut Dipercepat

Discussion about this post

NEWS UPDATE

KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

28 September 2026
Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

28 September 2026
BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

28 September 2026
Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

28 September 2026
KMP Hafamati HF Segera Hadir

KMP Hafamati HF Segera Hadir

28 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3174 shares
    Share 1270 Tweet 794
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3184 shares
    Share 1274 Tweet 796
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3495 shares
    Share 1398 Tweet 874
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3136 shares
    Share 1254 Tweet 784
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3170 shares
    Share 1268 Tweet 793

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.