Makassar, Kabar SDGs – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar mengukuhkan sebanyak 603 wisudawan dan wisudawati dari delapan program studi jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan (Diploma IV) dalam prosesi wisuda yang digelar Sabtu (19/09/2026).
Direktur Poltekpar Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, mengatakan para lulusan diharapkan dapat mengambil peran dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
“Pada wisuda tahun ini, Politeknik Pariwisata Makassar dengan bangga mempersembahkan 603 orang wisudawan/wisudawati yang berasal dari delapan program studi,” ujar Herry dalam sambutannya.
Delapan program studi tersebut terdiri atas Divisi Kamar dengan 39 lulusan, Tata Hidang 52 lulusan, Seni Kuliner 57 lulusan, Perjalanan Wisata 40 lulusan, Pengelolaan Konvensi dan Acara 87 lulusan, Usaha Perjalanan Wisata 105 lulusan, Pengelolaan Perhotelan 121 lulusan, serta Destinasi Pariwisata sebanyak 95 lulusan.
Pada prosesi tersebut, Poltekpar Makassar turut memberikan penghargaan kepada delapan lulusan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada masing-masing program studi.
Mereka adalah Akbar Mubarak Dwinata dari Divisi Kamar dengan IPK 3,98, Moh Arman Ramad dari Tata Hidang dengan IPK 3,98, Muhammad Farid dari Seni Kuliner dengan IPK 4,00, serta Ruly Dea Ferlisa dari Perjalanan Wisata dengan IPK 3,98.
Selanjutnya, Muhammad Bintang Julika Rahman dari Pengelolaan Konvensi dan Acara memperoleh IPK 4,00, Andi Muhammad Fahreza Kadir dari Usaha Perjalanan Wisata 3,99, Andiana Septira dari Pengelolaan Perhotelan 3,95, dan Sabrina Adinda Prameswari dari Destinasi Pariwisata dengan IPK 4,00.
“Prestasi ini merupakan hasil ketekunan, disiplin, dan komitmen mahasiswa selama menempuh pendidikan. Kami berharap capaian itu dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” jelas Herry.
Dalam rangka membantu memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, Poltekpar Makassar sebelumnya menggelar Job Fair pada 27–28 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dan mitra industri. Dalam pelaksanaannya, tersedia 307 kebutuhan tenaga kerja dari berbagai posisi dengan jumlah pelamar mencapai 661 pencari kerja.
Menurut Herry, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah institusi untuk memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri pariwisata.
“Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para lulusan untuk membangun karier, mengembangkan profesionalisme, serta memberikan kontribusi terbaik bagi industri pariwisata dan dunia kerja,” katanya.
Poltekpar Makassar juga mencatat capaian dalam bidang keberlanjutan setelah meraih peringkat ketiga perguruan tinggi politeknik paling berkelanjutan se-Indonesia dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026.
Capaian tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen kampus untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kampus yang berkelanjutan adalah kampus yang mampu mencetak SDM pariwisata yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan, energi, pengelolaan limbah, transportasi hijau, dan tata kelola kampus berkelanjutan,” ujar Herry.
Selain itu, momentum wisuda turut diisi dengan penyerahan sertifikat Times Higher Education (THE) kepada Poltekpar Makassar oleh Wakil Menteri Pariwisata.
Dari sisi penerimaan mahasiswa baru, Poltekpar Makassar juga mencatat capaian pada tahun akademik 2026/2027. Penerimaan mahasiswa melalui jalur reguler Diploma III dan Diploma IV mencapai 623 mahasiswa dari kuota 600 orang atau sebesar 104 persen.
Sementara itu, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Diploma IV menerima 82 mahasiswa dari kuota 80 orang atau mencapai 103 persen.
“Secara keseluruhan, jumlah penerimaan mahasiswa baru yang tercantum dalam data mencapai 705 mahasiswa,” bebernya.
Herry mengatakan meningkatnya animo masyarakat menjadi dorongan bagi Poltekpar Makassar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, fasilitas, dan layanan akademik.
Kepada para lulusan, Herry berpesan agar terus mengembangkan kompetensi, mengedepankan prinsip pariwisata berkelanjutan, serta menjaga integritas dan semangat pelayanan.
Ia juga mengajak para wisudawan menerapkan tiga prinsip dalam perjalanan karier, yakni Sailing Beyond Boundaries atau berani melampaui batas, Sustainable Tourism atau mengutamakan pariwisata berkelanjutan, serta menjaga Hospitality Heart dan integritas.
“Keterampilan (skill) akan membuka pintu kesempatan, namun karakter, ketulusan melayani, dan integritaslah yang akan menentukan seberapa jauh kalian dapat bertahan di puncak keberhasilan,” pungkasnya.












Discussion about this post