• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
14 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

by Riski Yanti
14 September 2026
Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan
14
SHARES
89
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Banda Aceh, KabarSDGs — Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meninjau sejumlah destinasi wisata di Aceh untuk melihat langsung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta potensi wisata sejarah dan edukasi kebencanaan.

Kunjungan tersebut mencakup Desa Wisata Nusa di Kabupaten Aceh Besar serta Museum Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh. Ketiga destinasi tersebut menunjukkan kekuatan pariwisata Aceh yang tidak hanya bertumpu pada daya tarik destinasi, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat, kekayaan budaya, sejarah, dan edukasi.

BACA JUGA

Zita Anjani Soroti Potensi Wisata Sejarah Aceh

Zita Anjani Soroti Potensi Wisata Sejarah Aceh

18 Mei 2026

Wamenpar mengawali kunjungannya ke Desa Wisata Nusa atau Gampong Nusa, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (13/9/2026). Desa yang dikelilingi perbukitan dan hamparan persawahan tersebut merupakan salah satu peraih 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Masyarakat Gampong Nusa mengembangkan beragam pengalaman wisata yang melibatkan warga secara langsung, mulai dari kuliner tradisional, kriya, seni budaya, hingga homestay. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga karakter dan kearifan lokal sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar juga bertemu dengan komunitas asal Malaysia, Jelajah Bakti Terpuji (JEBAT), yang tengah berkunjung ke Gampong Nusa untuk mengenal atraksi dan budaya masyarakat setempat, termasuk tari Ratoh Jaroe.

Wamenpar turut melihat secara langsung proses pengolahan kuliner tradisional Aceh, Sie Itek atau bebek kari khas Aceh, yang menggunakan beragam rempah dan dimasak secara tradisional menggunakan beulangong atau kuali tanah liat.

Wamenpar kemudian berdialog dengan pengelola desa dan mengapresiasi ketangguhan serta keterlibatan masyarakat dalam membangun dan melestarikan potensi desa, mulai dari kuliner tradisional, kriya, hingga pengelolaan homestay.

Pengelola Desa Wisata Nusa, Nur, mengatakan masyarakat terus menggali dan mengembangkan potensi lokal menjadi berbagai atraksi wisata yang dapat menarik kunjungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

“Desa Wisata Nusa adalah contoh konkret bagaimana daya tahan dan keterlibatan masyarakat lokal mampu menciptakan destinasi berkualitas dan berkelanjutan tanpa kehilangan identitas budayanya,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.

Menurut Wamenpar, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan destinasi karena manfaat pariwisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menjaga budaya dan kearifan lokal.

Dari Gampong Nusa, Wamenpar melanjutkan kunjungan ke dua destinasi sejarah dan edukasi kebencanaan di Kota Banda Aceh, yakni Museum Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami Aceh.

Di Museum Kapal PLTD Apung, Wamenpar melihat jejak sejarah bencana tsunami 2004 sekaligus ketangguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari salah satu bencana terbesar yang pernah melanda Indonesia.

Kapal PLTD Apung menjadi salah satu saksi peristiwa tsunami Aceh 2004. Sebelum tsunami terjadi, kapal tersebut berada di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Gelombang tsunami setinggi sekitar sembilan meter kemudian menyeret kapal sepanjang 63 meter dengan berat sekitar 2.600 ton tersebut hingga sekitar lima kilometer ke daratan. Kapal yang kini berada di tengah permukiman tersebut kemudian dikembangkan menjadi museum sekaligus ruang pembelajaran mengenai bencana tsunami.

Kunjungan dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh untuk meninjau fasilitas pelayanan wisatawan serta pengelolaan museum sebagai pusat edukasi kebencanaan.

Di Museum Tsunami Aceh, pengunjung diajak memahami peristiwa tsunami melalui sejumlah ruang yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman reflektif sekaligus edukatif.

Rangkaian tersebut antara lain “space of fear” atau lorong tsunami yang menggambarkan suasana ketika tsunami datang serta “space of sorrow” atau sumur doa yang memuat sekitar 3.600 nama korban pada dindingnya. Pancaran cahaya pada bagian atas ruang menjadi simbol hubungan spiritual dan doa kepada Tuhan.

Museum juga memiliki Jembatan Perdamaian yang dihiasi bendera berbagai negara yang memberikan bantuan kepada Aceh setelah tsunami sebagai simbol solidaritas, kebangkitan, dan perdamaian.

Selain itu, terdapat “space of memory” atau ruang kenangan yang menyimpan dokumentasi foto serta monitor interaktif yang menyajikan informasi ilmiah mengenai bencana tsunami.

“Wisata berbasis edukasi di Museum Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami Aceh ini begitu penting sebagai ruang untuk melakukan kontemplasi sekaligus membangun pemahaman pengunjung mengenai peristiwa bencana alam dan langkah-langkah mitigasinya,” kata Wamenpar.

Wamenpar menilai kekuatan sejarah tersebut dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata Aceh. Destinasi tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan, tetapi juga ruang pembelajaran mengenai kebencanaan, ketangguhan masyarakat, solidaritas, dan proses kebangkitan Aceh.

Wamenpar menyampaikan dukungan Kementerian Pariwisata terhadap pengembangan pariwisata di Provinsi Aceh melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, pengelola destinasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Setelah berkeliling ke tiga destinasi dan melihat langsung potensinya, saya melihat pariwisata Aceh memiliki kekuatan yang sangat besar. Dengan semangat kolaborasi bersama berbagai pihak, kita berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Wamenpar.

Turut mendampingi Wamenpar dalam kunjungan tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi.

Share6SendTweet4
Previous Post

Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Next Post

Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

Next Post

Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Transport 8 Berjumlah 108 Orang

14 September 2026

Aceh Culinary Festival 2026 Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

14 September 2026
Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

Dari Gampong Nusa hingga Museum Tsunami, Wamenpar Dorong Pariwisata Aceh yang Berkelanjutan

14 September 2026
Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

14 September 2026
Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

Festival Nipah Dorong Ekonomi Budaya Suak Timah

13 September 2026

POPULAR

  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2581 shares
    Share 1032 Tweet 645
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2899 shares
    Share 1160 Tweet 725
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2571 shares
    Share 1028 Tweet 643
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2546 shares
    Share 1018 Tweet 637
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2591 shares
    Share 1036 Tweet 648

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.