• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
11 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

by SDGS Admin
11 September 2026
Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival
14
SHARES
89
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Sidoarjo, Kabar SDGs – Perkembangan kawasan industri dan posisi Sidoarjo sebagai daerah penyangga Surabaya tidak membuat kehidupan seni dan budaya di wilayah tersebut kehilangan geliat. Sebaliknya, ekosistem kreatif di Kota Delta terus berkembang dan dinilai memiliki potensi yang perlu mendapat ruang lebih luas.

Potensi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan perdana Darjonesia Dance Festival yang digelar Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) di Dekesda Art Center, Jalan Erlangga Nomor 67, Sidoarjo, pada 6–7 September 2026. Festival dengan tema “Merayakan Bertemunya Gagasan Kreatif Menuju Kota Kreatif” tersebut mempertemukan koreografer, seniman, komunitas, serta penikmat seni dari sejumlah daerah di Indonesia hingga Jepang.

BACA JUGA

Mambesak Akustik Hidupkan Kembali Semangat Seni Papua

Mambesak Akustik Hidupkan Kembali Semangat Seni Papua

7 Agustus 2026
Festival Bunga dan Buah Karo Didorong Menuju Ajang Internasional

Festival Bunga dan Buah Karo Didorong Menuju Ajang Internasional

7 Agustus 2026
Dewa 19 Meriahkan Nommensen Festival 2026

Dewa 19 Meriahkan Nommensen Festival 2026

3 Agustus 2026

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, mengapresiasi para pelaku seni dan budaya yang dinilai konsisten menjaga keberlangsungan kebudayaan di daerah tersebut.

“Ini benar-benar luar biasa. Di sini, meskipun merupakan daerah industri dan daerah penyangga, sebenarnya kehidupan seni dan budayanya luar biasa. Saya memberikan apresiation yang luar biasa kepada para seniman, pelaku budaya, dan pemerhati sejarah yang ada di sini,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Menurut Nasih, apresiasi terhadap perkembangan seni dan budaya perlu diikuti dengan dukungan konkret dari pemerintah daerah. Salah satu kebutuhan yang dinilainya penting adalah tersedianya ruang pertunjukan yang memadai sehingga karya para seniman lokal dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tidak hanya berputar di lingkungan komunitas.

Ia menggambarkan Sidoarjo sebagai sebuah kertas putih yang terus mengalami pembangunan. Namun, perkembangan infrastruktur tersebut diharapkan tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas serta nilai kebudayaan daerah.

“Kita membutuhkan tempat pertunjukan yang representatif sehingga bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat,” tegas Nasih.

Nasih juga menilai museum memiliki posisi penting dalam menjaga rekam jejak sejarah Sidoarjo. Keberadaan museum diharapkan dapat menjadi tempat untuk menyimpan sekaligus mengenalkan berbagai artefak dan sejarah daerah kepada generasi berikutnya.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Dekesda, Ribut Wiyoto. Ia menyampaikan bahwa Dekesda tengah memproyeksikan Museum Narotama yang salah satu fungsinya akan mengenalkan sejarah kelompok teater pertama yang pernah berkembang di Sidoarjo.

Ribut menjelaskan bahwa nama Darjonesia merupakan gabungan dari kata Sidoarjo dan Indonesia. Festival tersebut dirancang sebagai ruang bertemunya para pelaku seni untuk bertukar pemikiran dan membangun jejaring, bukan hanya sebagai pertunjukan seni.

“Dewan Kesenian Sidoarjo mencoba mengisi ruang kosong tersebut, yakni ketiadaan event pertemuan koreografer tari. Jadi, ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang untuk berbagi tentang gagasan, wacana, pengetahuan, sejarah, dan latar belakang karya tari,” ungkapnya.

Sejumlah karya tari ditampilkan pada hari pertama festival, Minggu (6/9/2026). Beberapa di antaranya Kalilan karya Yoga Kameshwara dari Kediri, Serat Kambut karya Lalu Suryadi Mulawarman dari Mataram, Ni-Ti-Te-Ni karya Patry Eka Prasetya dari Sidoarjo, serta Roh Di Antara Riuh karya Benny Krisnawardi dari Jakarta.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi Sesi Bedah Karya yang menghadirkan Prof. Robby Hidayat dari Universitas Negeri Malang sebagai pakar seni. Diskusi tersebut dipandu Heri Lentho Prasetya sebagai moderator untuk membahas berbagai karya yang ditampilkan dalam festival.

Dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo, Ridho Prasetyo, menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong kerja sama dengan para seniman dan budayawan.

“Kami berharap terus melakukan kolaborasi dengan rekan-rekan seniman dan budayawan agar kebersamaan tetap terjaga. Tujuannya untuk memberikan kemajuan di bidang seni dan budaya, serta mewujudkan keinginan memberikan sesuatu yang maksimal dengan terbangunnya gedung kesenian di Sidoarjo,” terangnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Sidoarjo saat ini tidak hanya mengkaji konsep pembangunan gedung kesenian dengan skala ideal seperti yang terdapat di Jakarta, Jogja, dan Bali. Perbaikan fasilitas dalam jangka pendek juga mulai diarahkan pada Art Center di kawasan Celep agar dapat lebih mendukung berbagai aktivitas dan kegiatan para seniman Sidoarjo.

Share6SendTweet4
Previous Post

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

Sidoarjo Dorong Ekosistem Seni dan Budaya Lewat Darjonesia Dance Festival

11 September 2026
Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

Menjadi Jembatan Perubahan bagi UMKM

11 September 2026
Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

Jakarta Barat Siapkan TPS 3R Percontohan

10 September 2026
Greenhouse Melon Jadi Wisata Edukasi Baru di Sidoarjo

Greenhouse Melon Jadi Wisata Edukasi Baru di Sidoarjo

10 September 2026

Dukung Stimulus Ekonomi Pemerintah, ASDP Berikan 100 Persen Diskon Tarif Pelabuhan

10 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2777 shares
    Share 1111 Tweet 694
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2459 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2452 shares
    Share 981 Tweet 613
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2427 shares
    Share 971 Tweet 607
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2438 shares
    Share 975 Tweet 610

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.