Balikpapan, Kabar SDGs – Pengembangan Central Park Borneo Bay Balikpapan diperkirakan mampu membuka lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan pada tahap awal. Pusat perbelanjaan baru tersebut juga disiapkan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar dapat terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi.
Proyeksi tersebut disampaikan General Manager Plaza Balikpapan dan Central Park Borneo Bay, Aries Adriyanto, saat bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (3/9/2026).
Aries mengatakan pengelola telah menyiapkan beberapa area yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM setempat. Fasilitas tersebut di antaranya trade center zona UMKM dan area food court yang nantinya akan diisi berbagai usaha lokal.
“Di trade center zona UMKM dan food court akan ada banyak UMKM yang masuk. Kami ingin pelaku usaha lokal ikut berkontribusi, bukan hanya sebagai penonton, tetapi benar-benar terlibat dalam kegiatan ekonomi,” kata Aries.
Menurutnya, kehadiran Central Park Borneo Bay tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan dan hiburan. Pusat perbelanjaan tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Balikpapan melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.
Pada tahap awal pengembangannya, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang. Penyerapan tenaga kerja tersebut juga dinilai berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Harapan kami ini bisa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, sekitar 1.000 lebih pekerja. Tentu saja ini juga dapat meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyambut baik rencana pengembangan tersebut. Namun, ia meminta agar manfaat ekonomi dari kehadiran pusat perbelanjaan baru tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat setempat.
Seno mendorong pemerintah daerah dilibatkan sejak proses awal, khususnya untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja yang berasal dari Balikpapan dan wilayah sekitarnya. Selain itu, pelaku UMKM lokal juga diharapkan memperoleh ruang untuk mengembangkan usahanya di dalam kawasan tersebut.
“Kita tentu berharap ini bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja di Kaltim, khususnya Balikpapan dan sekitarnya. Kalau ada mal baru, pemerintah bisa terlibat sejak awal, terutama dalam rangka penyerapan tenaga kerja dan pelibatan UMKM,” ujar Seno Aji.
Ia menilai pusat perbelanjaan baru sebaiknya tidak hanya memberikan ruang kepada perusahaan dan pelaku usaha berskala besar. UMKM daerah juga perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang seiring dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Pemprov Kaltim, kata Seno, juga memiliki target untuk meningkatkan jumlah dan kapasitas UMKM di daerah. Karena itu, kemudahan persyaratan dan keterlibatan pelaku usaha lokal perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Central Park Borneo Bay.
“Kita ingin mengangkat ribuan UMKM baru di Kaltim. Kalau memang bisa dipermudah persyaratannya, kita ingin tahu apa yang harus dilakukan agar pelaku UMKM bisa ikut serta, berkontribusi dan terlibat langsung dalam pengembangan mal baru ini,” katanya.
Selain menciptakan lapangan pekerjaan dan memperluas pasar UMKM, Seno melihat Central Park Borneo Bay memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan.
Menurutnya, potensi tersebut dapat diperkuat melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pengelola, termasuk dengan mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif dan kebudayaan. Aktivitas tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan produk lokal sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi masyarakat.
“Kami optimistis ini bisa menjadi magnet baru bagi Kaltim, khususnya Balikpapan. Apalagi tahun depan IKN akan semakin aktif dan Wakil Presiden juga akan berkantor di sana,” ujarnya.
Seno berharap kehadiran Central Park Borneo Bay mampu menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mencakup peningkatan aktivitas UMKM serta semakin luasnya pasar bagi produk masyarakat lokal.
“Harapan kita tenaga kerja bisa terserap lebih banyak, mengingat angka pengangguran masih cukup tinggi. Demikian juga UMKM agar bisa terlibat aktif di Central Park Borneo Bay,” tegasnya.
Central Park Borneo Bay Balikpapan merupakan bagian dari proyek pengembangan Agung Podomoro Land. Perusahaan tersebut sebelumnya juga dikenal sebagai pengembang sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, termasuk Central Park dan Senayan City.












Discussion about this post