• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home TRAVEL & LIFESTYLE

Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade

by SDGS Admin
29 Agustus 2026
Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade
15
SHARES
91
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Lombok Tengah, Kabar SDGs – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (27/8/2026), untuk melihat kondisi masyarakat dan kawasan wisata tersebut setelah dilanda kebakaran.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak sekaligus bagian dari upaya memastikan pemulihan Desa Adat Sade dilakukan secara terpadu. Proses rekonstruksi diharapkan tetap mempertahankan nilai budaya, kearifan lokal, serta karakter arsitektur tradisional masyarakat Sasak.

BACA JUGA

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 103 Orang

26 Agustus 2026
Keandalan Fasilitas Kesehatan di Ende dan Sikka Diperiksa Pascagempa NTT

Keandalan Fasilitas Kesehatan di Ende dan Sikka Diperiksa Pascagempa NTT

24 Agustus 2026
Akses Jembatan Wae Dampek Diperbaiki, Pulihkan Konektivitas Reo–Dampek-Pota Pascagempa

Akses Jembatan Wae Dampek Diperbaiki, Pulihkan Konektivitas Reo–Dampek-Pota Pascagempa

24 Agustus 2026

“Hari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Terlebih, sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok,” kata Menpar Widiyanti usai mengunjungi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026).

Widiyanti menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat yang terdampak kebakaran. Menurutnya, kerugian yang muncul tidak sebatas kerusakan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Rumah tradisional yang berada di kawasan Sade memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi tempat tinggal, bangunan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sekaligus warisan sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, pemulihan tidak cukup dilakukan melalui pembangunan kembali bangunan yang rusak. Aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, serta keberlangsungan aktivitas pariwisata masyarakat juga perlu menjadi bagian dari proses tersebut.

“Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi,” kata Menpar Widiyanti saat berbincang bersama Kepala Adat dan Masyarakat Sade.

Setelah meninjau kondisi kawasan, Menpar menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Politeknik Pariwisata Lombok, mitra, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Rakor tersebut membahas penyelarasan langkah pemulihan agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga mempersiapkan strategi yang mencakup kebutuhan jangka pendek hingga rencana pembangunan dalam jangka menengah dan panjang.

Kementerian Pariwisata akan terlibat dalam proses pemulihan sesuai kewenangannya, terutama pada aspek pemulihan ekosistem pariwisata, peningkatan kapasitas masyarakat, pemberdayaan pelaku usaha, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah bersama Tim Lapangan Poltekpar Lombok per 27 Agustus 2026, kebakaran berdampak terhadap 189 kepala keluarga dan sekitar 320 pelaku pariwisata di Desa Adat Sade.

Sementara itu, bangunan yang terdampak meliputi 75 rumah adat, 69 artshop, delapan Lumbung Alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, serta satu Bale Beleq yang berfungsi sebagai museum. Sejumlah fasilitas lainnya juga ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam rencana jangka panjang, pemerintah dan para pemangku kepentingan membahas sejumlah langkah utama untuk mendukung pembangunan kembali kawasan Sade.

Salah satunya adalah pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah, mitra serta masyarakat adat. Tim tersebut akan melakukan pendataan secara lebih rinci terhadap warga dan pekerja yang terdampak sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran.

Pemerintah juga merencanakan pembukaan satu akun donasi sebagai jalur pengumpulan bantuan untuk mendukung proses rekonstruksi. Ketersediaan bahan baku untuk pembangunan kembali rumah-rumah tradisional menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusinya.

Langkah berikutnya adalah penyusunan master plan rekonstruksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat adat. Perencanaan tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan sesuai kebutuhan warga sekaligus mempertahankan karakter serta identitas Desa Adat Sade.

Master plan tersebut juga diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi desa adat lainnya dalam mengembangkan sistem mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan karakter tradisional kawasan.

Aspek keselamatan, khususnya proteksi kebakaran, menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan tersebut. Pemerintah mempertimbangkan penyediaan titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal yang menyatu dengan estetika kawasan serta pembangunan embung atau tempat penampungan air darurat di sekitar desa.

“Bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya.

Mudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama,” kata Menpar.

Selain sistem proteksi kebakaran, pembangunan kembali juga akan memperhatikan infrastruktur dasar, seperti amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah juga memasukkan pembangunan rumah layak tinggal sebagai bagian dari rencana pemulihan. Sebelumnya, Kementerian Pariwisata bersama pemerintah daerah telah membangun 40 unit rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade.

Untuk kebutuhan jangka pendek, sejumlah langkah penanganan telah disiapkan. Di antaranya penyediaan dan distribusi bahan makanan bagi warga terdampak serta pengoperasian dapur umum dan distribusi bantuan logistik.

Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata Lombok berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri dan Palang Merah Indonesia dalam mendukung kebutuhan selama masa tanggap darurat.

Program pemberdayaan masyarakat juga akan diperkuat. Salah satunya melalui trauma healing bagi korban, khususnya anak-anak, serta pemberian bimbingan teknis secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata dan warga mengenai prosedur tanggap darurat dan evakuasi wisatawan.

Pendampingan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat juga akan dilakukan melalui dukungan lintas sektor. Bentuknya antara lain dukungan modal kerja bagi pelaku usaha pariwisata, penyediaan peralatan menenun serta penyiapan lokasi sementara agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan secara bertahap.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pariwisata turut memberikan sejumlah alat tenun kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan itu diharapkan dapat membantu warga kembali menjalankan kegiatan ekonomi sekaligus menjaga tradisi dan kearifan lokal Sasak.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan museum sementara dan masjid. Museum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi wisatawan untuk memahami sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Suku Sasak di Sade secara langsung. Sementara masjid akan digunakan sebagai fasilitas ibadah bagi masyarakat sekaligus mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.

Pembangunan sejumlah fasilitas tersebut ditargetkan dapat dilakukan sebelum memasuki periode kunjungan wisatawan yang padat, terutama menjelang pelaksanaan MotoGP di Mandalika.

Pemulihan Desa Adat Sade dinilai memiliki arti penting bagi keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Tradisi, pengetahuan lokal dan kehidupan masyarakat yang masih terjaga menjadi bagian dari daya tarik utama kawasan tersebut.

Karena itu, pemerintah menilai proses pemulihan harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha hingga seluruh ekosistem pariwisata. Tujuannya bukan sekadar mengembalikan kondisi desa seperti sebelum kebakaran, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat dan kawasan untuk menghadapi berbagai risiko di masa mendatang.

“Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya,” kata Menpar.

Dalam rangkaian kunjungannya, Widiyanti juga melihat langsung dapur umum yang dioperasikan TNI. Mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok ikut membantu kegiatan memasak selama masa tanggap darurat, sementara bantuan bahan makanan dan berbagai kebutuhan mendesak telah disalurkan kepada masyarakat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi kunjungan Menpar bersama jajarannya ke Lombok. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan arahan mengenai prioritas penanganan, mulai dari kebutuhan kemanusiaan hingga rencana rekonstruksi Desa Adat Sade.

“Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut,” kata Iqbal.

Sementara itu, warga Desa Adat Sade Amak Pani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan berbagai pihak kepada masyarakat. Bantuan tersebut datang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, asosiasi hingga para donatur.

Aktivitas pariwisata masyarakat untuk sementara masih terhenti akibat kebakaran. Meski demikian, Amak Pani optimistis kerja sama berbagai pihak dapat mempercepat proses pembangunan kembali desa. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat akan tetap mempertahankan karakter tradisional dalam pembangunan kembali rumah adat.

“Jadi kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Saya selaku masyarakat Suku Sasak Sade mengucapkan matur tampiasih atas kunjungannya yang sudah membantu dan meliput kami. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung ke tempat kami sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula,” ujar Amak Pani.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti turut didampingi Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi, serta Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Florida Pardosi.

Share6SendTweet4
Previous Post

Bali Mendorong Kemandirian Energi Bersih

Next Post

SMBC Indonesia Tawarkan Benefit Konser Andrea Bocelli

Next Post
SMBC Indonesia Tawarkan Benefit Konser Andrea Bocelli

SMBC Indonesia Tawarkan Benefit Konser Andrea Bocelli

BMH Salurkan Beras untuk Ribuan Santri

BMH Salurkan Beras untuk Ribuan Santri

Discussion about this post

NEWS UPDATE

BMH Salurkan Beras untuk Ribuan Santri

BMH Salurkan Beras untuk Ribuan Santri

29 Agustus 2026
SMBC Indonesia Tawarkan Benefit Konser Andrea Bocelli

SMBC Indonesia Tawarkan Benefit Konser Andrea Bocelli

29 Agustus 2026
Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade

Menpar Dorong Pemulihan Desa Adat Sade

29 Agustus 2026
Bali Mendorong Kemandirian Energi Bersih

Bali Mendorong Kemandirian Energi Bersih

29 Agustus 2026
Jegog Suar Agung Bawa Musik Jembrana ke Panggung Dunia

Jegog Suar Agung Bawa Musik Jembrana ke Panggung Dunia

28 Agustus 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2125 shares
    Share 850 Tweet 531
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    2108 shares
    Share 843 Tweet 527
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    2131 shares
    Share 852 Tweet 533
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2110 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2424 shares
    Share 970 Tweet 606

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.