• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
20 Agustus 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Wintermar Optimistis Bisnis Kapal Offshore

by SDGS Admin
20 Agustus 2026
Wintermar Optimistis Bisnis Kapal Offshore
14
SHARES
90
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Jakarta, Kabar SDGs – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) melihat prospek industri pelayaran, terutama jasa kapal pendukung kegiatan hulu minyak dan gas atau offshore support vessel (OSV), masih terbuka dalam beberapa tahun mendatang. Perseroan menilai ketidakseimbangan antara ketersediaan armada dan kebutuhan pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri.

Pandangan tersebut disampaikan manajemen WINS dalam Virtual Public Expose PT Wintermar Offshore Marine Tbk pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam paparannya, perseroan menjelaskan bahwa jumlah kapal yang tersedia saat ini relatif terbatas, sementara sebagian besar armada yang masih beroperasi telah berusia cukup tua.

BACA JUGA

Badung Dukung Peluncuran Kapal Pembersih Sampah Perairan

Badung Dukung Peluncuran Kapal Pembersih Sampah Perairan

15 Juni 2026
Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

Batam Perkuat Daya Tarik Investasi Maritim Jerman

14 Februari 2026
Kuala Tanjung Layani Kapal Internasional Perdana MSC Zaina III

Kuala Tanjung Layani Kapal Internasional Perdana MSC Zaina III

10 November 2025

Menurut manajemen WINS, salah satu tantangan industri pelayaran ke depan adalah kemampuan pembangunan kapal baru atau newbuilds dalam menggantikan kapal-kapal yang mulai memasuki masa pensiun atau retired. Jika pembangunan armada baru tidak mampu mengejar jumlah kapal yang berhenti beroperasi, kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan antara pasokan dan permintaan.

“Jumlah armada yang ada ke depan akan terus berkurang seiring berlanjutnya penuaan kapal,” demikian pandangan manajemen WINS dalam paparan publik Rabu 12 Agustus 2026.

Perseroan mencatat pembangunan kapal baru dalam sekitar satu dekade terakhir relatif terbatas. Dampaknya, usia rata-rata armada yang tersedia semakin bertambah. Di sisi lain, kebutuhan kapal pendukung untuk kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas masih memiliki peluang untuk tumbuh.

Keterbatasan pasokan armada tersebut dinilai dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan pelayaran yang memiliki kapal sesuai kebutuhan pasar serta kondisi keuangan yang kuat. Ketika permintaan meningkat sementara jumlah kapal terbatas, perusahaan dengan kesiapan armada berpeluang mendapatkan tingkat utilisasi dan kontrak yang lebih baik.

Manajemen juga menyoroti karakter industri pelayaran yang membutuhkan modal besar atau capital intensive. Sejumlah perusahaan masih memiliki kewajiban utang yang berasal dari periode sebelumnya sehingga ruang mereka untuk melakukan ekspansi dan memperoleh pembiayaan baru menjadi lebih terbatas.

Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat utang yang rendah dinilai memiliki posisi yang lebih fleksibel untuk mendapatkan fasilitas pendanaan baru. Kondisi tersebut dapat menjadi keunggulan ketika permintaan terhadap armada mulai meningkat dan perusahaan membutuhkan tambahan kapal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Prospek bisnis kapal pendukung offshore juga tidak terlepas dari perkembangan investasi sektor minyak dan gas. WINS melihat keputusan perusahaan migas untuk meningkatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) dalam kegiatan pengeboran sebagai salah satu faktor yang dapat menopang permintaan kapal pendukung.

Ketika perusahaan migas mengalokasikan investasi untuk pengeboran, kegiatan tersebut pada dasarnya diarahkan untuk menghasilkan produksi minyak dan gas dalam jangka panjang. Hasil eksplorasi yang dilakukan saat ini membutuhkan waktu sebelum dapat dikembangkan menjadi produksi dan dipasarkan.

Karena itu, keputusan untuk melakukan pengeboran juga mencerminkan keyakinan perusahaan migas terhadap prospek harga dan kebutuhan energi pada masa mendatang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pandangan Wintermar mengenai keberlanjutan permintaan terhadap jasa kapal offshore.

Perseroan juga memperkirakan proses peralihan menuju energi terbarukan masih membutuhkan waktu. Biaya teknologi energi terbarukan dinilai masih relatif tinggi, sementara sejumlah proyek masih membutuhkan dukungan kebijakan maupun subsidi pemerintah.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, manajemen WINS memperkirakan energi fosil masih akan memegang peranan dalam bauran energi global. Permintaan terhadap minyak dan gas pun diperkirakan tetap memiliki ruang untuk bertahan setidaknya dalam sekitar satu dekade mendatang.

Di pasar domestik, Wintermar turut menyampaikan perkembangan aktivitas yang berkaitan dengan EPCI IDD ENI di Selat Makassar. Aktivitas pengeboran di kawasan tersebut untuk sementara mengalami penurunan karena terdapat rig yang akan menyelesaikan masa kontraknya.

Rig pengganti diperkirakan baru memasuki wilayah operasi dan mulai digunakan menjelang akhir 2026. Kondisi tersebut menyebabkan adanya penundaan aktivitas, namun manajemen menilai situasi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika umum dalam kegiatan hulu migas.

“Memang terjadi penundaan, namun dalam bisnis upstream keterlambatan seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi dan bukan masalah mendasar,” ujar Sugiman dalam Virtual Public Expose.

Direktur Utama Wintermar Offshore Marine, Sugiman Layanto, memperkirakan aktivitas pengeboran dapat kembali meningkat mendekati akhir tahun seiring dengan masuknya rig pengganti. Dengan demikian, penurunan aktivitas yang terjadi saat ini dinilai bersifat sementara.

Kondisi perairan Selat Makassar juga menjadi faktor yang membuat kebutuhan kapal pendukung di kawasan tersebut memiliki persyaratan teknis tertentu. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu perairan terdalam di Indonesia sehingga kapal dan perangkat yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik operasi.

Salah satu spesifikasi yang menjadi perhatian adalah kemampuan dynamic positioning (DP), yang berperan penting dalam menjaga posisi kapal ketika menjalankan aktivitas operasional di perairan tertentu.

“Selat Makassar merupakan wilayah perairan terdalam di Indonesia. Oleh karena itu, kapal dan operasi yang digunakan di wilayah tersebut sangat sensitif terhadap spesifikasi teknis, terutama untuk DP,” kata Sugiman.

Menurut Sugiman, meskipun aktivitas pengeboran mengalami penundaan, peluang peningkatan kegiatan operasional menjelang penghujung 2026 masih cukup besar.

“Secara realistis terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa aktivitas operasional akan kembali melonjak menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Kondisi industri yang ditandai keterbatasan pasokan kapal, semakin tuanya usia armada, minimnya pembangunan kapal baru, serta peluang peningkatan investasi hulu migas menjadi dasar optimisme Wintermar terhadap bisnis jasa pelayaran offshore.

Bagi perusahaan yang memiliki armada dengan spesifikasi sesuai kebutuhan operasional dan ditopang kondisi keuangan yang sehat, perkembangan tersebut dapat membuka peluang untuk meningkatkan pemanfaatan kapal sekaligus memperoleh kontrak baru ketika aktivitas pengeboran kembali mengalami peningkatan.

Share6SendTweet4
Previous Post

Dua Armada Tangguh ASDP Hadir untuk Pemulihan NTT

Next Post

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Resmi Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antar Terminal

Next Post
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Resmi Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antar Terminal

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Resmi Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antar Terminal

Batas Wilayah Jadi Kunci Pengakuan MHA Wehea

Batas Wilayah Jadi Kunci Pengakuan MHA Wehea

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Batas Wilayah Jadi Kunci Pengakuan MHA Wehea

Batas Wilayah Jadi Kunci Pengakuan MHA Wehea

20 Agustus 2026
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Resmi Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antar Terminal

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Resmi Operasikan Jembatan Transfer Penumpang Antar Terminal

20 Agustus 2026
Wintermar Optimistis Bisnis Kapal Offshore

Wintermar Optimistis Bisnis Kapal Offshore

20 Agustus 2026
Dua Armada Tangguh ASDP Hadir untuk Pemulihan NTT

Dua Armada Tangguh ASDP Hadir untuk Pemulihan NTT

20 Agustus 2026
Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

Dari Museum Joang 45 ke Las Vegas, Menekraf Dorong Modifikasi Otomotif Nasional Mendunia

20 Agustus 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2171 shares
    Share 868 Tweet 543
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    1858 shares
    Share 743 Tweet 465
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1919 shares
    Share 768 Tweet 480
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    1864 shares
    Share 746 Tweet 466
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1882 shares
    Share 753 Tweet 471

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.