• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
6 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY KESRA

Ribuan Warga Mojokerto Alami Krisis Air Bersih

by SDGS Admin
21 Juli 2026
Ribuan Warga Mojokerto Alami Krisis Air Bersih
22
SHARES
135
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Mojokerto, Kabar SDGs – Sebanyak 1.499 kepala keluarga di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar empat bulan sejak akhir Maret 2026. Kondisi tersebut berdampak pada ribuan warga yang kini harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Kekeringan melanda dua dusun di wilayah tersebut, yakni Dusun Kunjoro dan Dusun Kandangan. Warga, khususnya di Dusun Kandangan, terpaksa mengandalkan cadangan air hujan yang ditampung di kolam maupun tandon yang tersedia di masing-masing rumah.

BACA JUGA

Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kalimantan Timur

Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kalimantan Timur

3 September 2026
18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

18.000 Liter Air dan 9 Pompa Air di Salurkan Ke Aceh Besar

6 Agustus 2026
Distribusi Air Bersih di Bintan Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Distribusi Air Bersih di Bintan Bantu Warga Terdampak Kekeringan

28 Maret 2026

Salah seorang warga Dusun Kandangan, Mahfud (43), mengatakan krisis air bersih telah berlangsung sejak sekitar April lalu dan menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau.

“Sudah hampir empat bulan sejak April. Lingkungan sini memang kalau masalah air bersih tiap tahun tidak ada. Di sini ada sekitar 85 kepala keluarga,” kata Mahfud, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, persediaan air hujan yang ditampung warga hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar satu bulan. Setelah itu, masyarakat harus bergantung pada distribusi air melalui jaringan pipa bantuan yang dialirkan dari wilayah Trawas secara bergiliran.

“Air yang ditampung itu hanya bisa digunakan satu bulan saja dan tidak mencukupi. Ada pipa bantuan dari desa atau yang mengaliri dari Trawas itu menunggu giliran. Ada 12 rukun tetangga (RT) jadi 12 RT itu dibagi tiap hari atau bergilir. Kebetulan sini RT 12 jadi menunggu 12 hari dan hanya bisa dipakai dua hari atau paling lama satu minggu,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, kakus (MCK), hingga air minum, warga harus mengambil air dari sumber yang berada di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dengan jarak sekitar tujuh kilometer dari permukiman mereka.

“Ambil airnya jauh sekitar tujuh kilometer di area Sumber Tetek atau istilahnya gambar itu desa lain, sudah desa lain juga kabupaten ikut Pasuruan itu ambilnya pakai sepeda motor itu bagi yang punya sepeda. Kalau yang tidak punya sepeda artinya sewa pikap nanti orang-orang ada 10 orang ongkosnya bagi-bagi,” paparnya.

Mahfud menjelaskan, berbagai upaya untuk mencari sumber air bersih sebenarnya telah dilakukan. Pengeboran sumur hingga dua kali, bahkan dengan melibatkan tenaga ahli, belum berhasil menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan warga.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun instansi terkait agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.

“Mengandalkan air hujan dan bantuan, kalau kemarau hanya mengandalkan air hujan saja. Jadi kamk berharap kepada bpbd atau dinas-dinad terkait yang ingin membantu air bersih, sementara tahun ini sudah hampir empat bulan kekeringan disini itu belum dapat bantuan atau belum datang,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, terdapat tiga desa di kawasan kaki Gunung Penanggungan yang terdampak kekeringan. Selain Desa Kunjorowesi dengan 1.499 kepala keluarga atau 3.053 jiwa terdampak, Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro juga mengalami kondisi serupa dengan 774 kepala keluarga atau 2.086 jiwa terdampak. Sementara itu, Desa Duyung di Kecamatan Trawas tercatat memiliki 503 kepala keluarga atau 1.564 jiwa yang turut merasakan dampak krisis air bersih.

Share9SendTweet6
Previous Post

Film Rejoto Nyambung Tresno Promosikan Wisata Kota Mojokerto

Next Post

Atlet Parkour Lampung Raih Emas di Kejurnas 2026

Next Post
Atlet Parkour Lampung Raih Emas di Kejurnas 2026

Atlet Parkour Lampung Raih Emas di Kejurnas 2026

MTQH Merangin Dibuka Meriah di Bukit Batu

MTQH Merangin Dibuka Meriah di Bukit Batu

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

Pelindo Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

6 September 2026
Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal Pascagempa Bumi NTT

Indikasi Abu Vulkanik, Bandara Husein Sastranegara Ditutup Sementara

6 September 2026
Sejumlah Penerbangan Terdampak Asap Karhutla Karhutla

Penutupan Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 17.30 WIB akibat Abu Vulkanik

6 September 2026
Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Operasional Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

Central Park Borneo Bay Buka Ribuan Lapangan Kerja

6 September 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    2639 shares
    Share 1056 Tweet 660
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    2374 shares
    Share 950 Tweet 594
  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    2331 shares
    Share 932 Tweet 583
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    2321 shares
    Share 928 Tweet 580
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.