Palembang, Kabar SDGs – Pemerintah Kota Palembang bersama TNI resmi memulai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Rabu (15/7/2026). Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik.
Pelaksanaan TMMD tahun ini menjadi wujud kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kota Palembang dalam memperluas pemerataan pembangunan. Sejumlah pekerjaan yang menjadi sasaran program antara lain pembukaan akses jalan, pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta berbagai pembangunan infrastruktur lainnya.
“Ini adalah sesuatu yang baik, karena jiwa semangat gotong royongnya yang harus kita kedepankan,” kata Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.
Menurut Ratu Dewa, pembangunan akses jalan memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai peningkatan konektivitas wilayah akan mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Palembang yang selama ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,91 persen.
Ia juga menyampaikan bahwa sinergi antara TNI, Pemerintah Kota Palembang, serta seluruh elemen masyarakat diyakini akan membuat pelaksanaan TMMD berlangsung lebih efektif dan mampu mempercepat penyelesaian berbagai program pembangunan yang dibutuhkan warga.
“Kita semua juga memahami bahwa kebutuhan pembangunan di kota Palembang saat ini masih perlu banyak ditingkatkan. Karna itu juga, sasaran TNI juga termasuk rumah tidak layak huni dan infrastruktur,” ujarnya.
Ratu Dewa turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Kodim 0418/Palembang.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini, dan sekali lagi saya menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Kodim 0418. Gunakan kesempatan ini untuk ikut terlibat,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang Kolonel ARH Erik Novianto, S.Sos menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-129 akan berlangsung selama 30 hari. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur berupa pembukaan akses jalan, pembangunan drainase, gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, hingga penyediaan sarana air bersih.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan di bidang kesehatan, pendidikan, wawasan kebangsaan, serta pelayanan sosial lainnya. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.










Discussion about this post