Denpasar, Kabar SDGs – Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali menggelar Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (14/6). Kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan hari raya dengan harga terjangkau sekaligus mendukung stabilitas harga dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Bali.
Berlokasi di sisi utara Lapangan Niti Mandala Renon, tepat di depan Kantor Gubernur Bali, kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Bali Irhamsyah, Ketua FKLJK Provinsi Bali Nyoman Sudharma, serta jajaran pimpinan anggota FKLJK Provinsi Bali.
Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Otoritas Jasa Keuangan dan berbagai lembaga jasa keuangan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pelaku usaha memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan beragam kebutuhan pokok dan perlengkapan hari raya dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain dihadiri pegawai OJK, anggota FKLJK, dan Pemerintah Provinsi Bali, kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memadati lokasi pasar murah untuk berbelanja sekaligus mengenal produk-produk UMKM lokal.
Dalam kegiatan tersebut, FKLJK Provinsi Bali juga memanfaatkan momentum untuk mengenalkan layanan Kontak OJK 157 kepada masyarakat. Salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah dengan menyediakan canang, sarana upacara umat Hindu yang digunakan saat Hari Raya Galungan, dengan harga simbolis Rp157 per unit.
Pembelian canang dilakukan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. Harga yang sangat terjangkau tersebut dimungkinkan karena adanya subsidi dari FKLJK Provinsi Bali. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan transaksi digital yang aman dan praktis.
Angka 157 dipilih karena memiliki makna khusus sebagai representasi layanan pengaduan dan informasi OJK yang saat ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Slogan “satu layanan untuk Indonesia maju” juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari habisnya 15 ribu canang yang disediakan hanya dalam waktu sekitar satu jam sejak kegiatan dimulai.
FKLJK Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara regulator, lembaga jasa keuangan, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan pasar murah ini, OJK dan FKLJK Provinsi Bali berharap produk-produk UMKM lokal semakin dikenal masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali dan nasional.












Discussion about this post