Balikpapan, Kabar SDGs – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan menggelar program Pasar Murah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Banua Patra Balikpapan dan Kantor Desa Girimukti itu menjadi bagian dari rangkaian program serupa yang juga dilakukan di sejumlah daerah lain.
Program tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya bagi warga yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Manager Engineering & Development PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Agus Rahmat Jamal, mengatakan kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di lingkungan sekitar operasional perusahaan.
“Program ini hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus memperkuat kebersamaan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap Agus.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menyiapkan sebanyak 1.750 paket sembako untuk masyarakat Balikpapan dan 500 paket bagi warga di Penajam Paser Utara. Setiap paket dapat ditebus dengan harga Rp30 ribu.
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat prasejahtera dan keluarga yang memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Di Balikpapan, penerima manfaat berasal dari 10 kelurahan yang berada di sekitar area operasional perusahaan, yakni Baru Tengah, Baru Ilir, Margasari, Karang Jati, Prapatan, Muara Rapak, Mekarsari, Batu Ampar, Margomulyo, dan Karang Joang.
Pelaksanaan penyaluran dilakukan secara bertahap agar proses distribusi berlangsung tertib dan lancar. Agus menjelaskan manfaat program tersebut tidak hanya berhenti pada penjualan paket sembako murah, sebab dana hasil penebusan paket nantinya akan kembali digunakan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat.
“Program ini tidak berhenti sampai di sini. Dana yang berhasil terkumpul dari kegiatan ini akan digunakan kembali untuk kegiatan sosial bagi masyarakat Balikpapan,” tambah Agus.
Selain di Balikpapan, program Pasar Murah juga dilaksanakan di Penajam Paser Utara dengan distribusi 500 paket sembako yang disalurkan kepada warga di tiga kelurahan dan dua desa, yakni Kelurahan Lawe-Lawe, Kelurahan Saloloang, Kelurahan Petung, Desa Girimukti, serta Desa Siderejo.
Secara keseluruhan, jumlah paket yang disiapkan dalam program ini mencapai 2.250 paket. Bantuan yang disalurkan terdiri dari sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Pertamina karena dinilai menjadi bentuk sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah dalam membantu masyarakat.
“Kami mewakili Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud inisiatif dan kolaborasi dalam membantu meringankan beban masyarakat. Semoga program ini benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang membutuhkan,” imbuhnya.
Tingginya antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Penukaran paket sembako dilakukan menggunakan sistem kupon dan jadwal yang telah ditentukan agar proses distribusi berjalan tertata.
Salah seorang penerima manfaat asal Kelurahan Baru Ilir, Salmiah, mengaku program tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya.
“Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya pasar murah ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena manfaatnya sangat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Program Pasar Murah ini menjadi salah satu bentuk komitmen PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu keterjangkauan pangan, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, terutama Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, dan Tujuan 10 Berkurangnya Kesenjangan.












Discussion about this post