Jakarta, Kabar SDGs – Badan Pengelola Dana Perkebunan terus mendorong penguatan hilirisasi industri kelapa sawit melalui pengembangan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah berbasis sawit. Upaya tersebut ditunjukkan lewat partisipasi BPDP dalam ajang pameran internasional PALMEX Jakarta 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran pada 6 hingga 7 Mei 2026.
Dalam pameran bertema “Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital” itu, BPDP menghadirkan berbagai produk inovatif dan ramah lingkungan hasil karya UMKM binaan.
Produk yang dipamerkan meliputi pupuk cair organik berbahan limbah cair kelapa sawit, biodegradable mulsa, fungisida organik, Bio Baby Bag untuk kebutuhan pembibitan, kompos, biochar berbahan cangkang sawit, hingga produk aromaterapi berbasis minyak sawit.
Keikutsertaan BPDP dalam pameran internasional tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat peran industri sawit nasional yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia, baik dalam penyerapan tenaga kerja, pengembangan daerah, maupun dukungan terhadap program biodiesel nasional.
Booth BPDP juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh dan pelaku industri sawit internasional. Di antaranya Deputy Secretary General CPOPC Musdhalifah Machmud yang memberikan apresiasi terhadap produk turunan sawit ramah lingkungan hasil karya UMKM binaan BPDP.
Selain itu, stan BPDP turut dikunjungi Vice President Palm Oil Crushing Mill Association Krisada Chavananad, CEO Fireworks Trade Media Group Kenny Yong, serta Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Sahat Sinaga.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan kehadiran BPDP dalam PALMEX 2026 bertujuan memperluas pasar produk inovatif UMKM sawit hingga ke tingkat global.
“Sebagai wadah sinergi antara pelaku bisnis, ahli, hingga pemasok global, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk mewujudkan kolaborasi antara mitra BPDP dengan peserta-peserta pameran lainnya yang berasal dari sekitar 30 negara di dunia, terutama yang berkaitan dengan teknologi dalam industri kelapa sawit,” ujar Helmi, Sabtu (9/5/2026).
Selain melalui pameran internasional, BPDP juga memperkuat promosi produk turunan sawit lewat Roemah Perkebunan BPDP yang berada di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan.
Di lokasi tersebut, berbagai produk UMKM berbasis sawit turut dipasarkan, mulai dari produk pangan, non-pangan, hingga home decor seperti batik sawit dan kerajinan berbahan lidi sawit.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa industri sawit tidak hanya berkaitan dengan minyak goreng maupun biodiesel, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan produk ramah lingkungan berbasis ekonomi sirkular.










Discussion about this post