• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 Juli 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif

by SDGS Admin
21 April 2026
Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif
22
SHARES
139
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi terhadap AI, Ekonomi Hijau, dan Industri Digital

Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi terhadap AI, Ekonomi Hijau, dan Industri Digital

13 Juli 2026
Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Obligasi Global Perdana

17 Juni 2026
Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Global di Tengah Gejolak Dunia

Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Global di Tengah Gejolak Dunia

7 Juni 2026

Jakarta, Kabar SDGs – Perkembangan ekonomi global yang semakin terfragmentasi kembali menjadi perhatian dalam pertemuan International Monetary Fund dan World Bank. Di tengah tekanan terhadap stabilitas global serta pengetatan likuiditas, sejumlah analis menilai pendekatan kedua lembaga tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi perubahan struktur ekonomi dunia yang berlangsung cepat.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kebijakan yang diambil masih bertumpu pada kerangka lama yang berfokus pada stabilitas makroekonomi, kehati-hatian fiskal, dan koordinasi global. Menurutnya, pendekatan tersebut belum cukup responsif terhadap dinamika baru di pasar internasional. “IMF dan World Bank masih berbicara dalam kerangka lama. Stabilitas itu penting, tetapi tidak cukup. Dunia sudah bergerak lebih cepat daripada bahasa kebijakan yang digunakan saat ini,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya Senin (20/04/2026).

Ia menjelaskan, perubahan signifikan yang kini terjadi terlihat dari ketidakseimbangan likuiditas global. Pengetatan suplai dolar Amerika Serikat, meningkatnya kebutuhan pembiayaan domestik AS, serta perubahan perilaku investor global turut memicu tekanan baru dalam sistem keuangan internasional.

Selain itu, meningkatnya peran mata uang Tiongkok melalui offshore renminbi (CNH) dinilai mulai mengubah lanskap transaksi dan pembiayaan lintas negara. Fakhrul menyebut fenomena ini sebagai tanda awal pergeseran menuju sistem keuangan global yang lebih multipolar. “Kita sedang menghadapi dua arus besar yang bergerak bersamaan: keterbatasan likuiditas dolar dan meningkatnya peran CNH dalam transaksi global. Ini bukan sekadar perubahan pasar, tetapi awal dari pergeseran arsitektur keuangan dunia,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar siklus ekonomi biasa, melainkan transformasi struktural yang membutuhkan kebijakan lebih adaptif. Negara yang tidak mampu menyesuaikan diri berpotensi menghadapi biaya pendanaan yang lebih tinggi serta gejolak ekonomi yang semakin besar.

Dalam konteks Indonesia, ia menilai perlunya strategi untuk memperkuat kemandirian pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Beberapa langkah yang dianggap penting antara lain penguatan skema local currency settlement, pemanfaatan CNH dalam pembiayaan, pendalaman pasar keuangan berbasis rupiah, serta perluasan basis investor. “Indonesia tidak bisa lagi hanya menjadi price taker. Kita harus mulai menjadi bagian dari perancang sistem pembiayaan kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menilai fragmentasi ekonomi global merupakan bagian dari transisi menuju sistem yang lebih kompleks dan tidak lagi bergantung pada satu pusat kekuatan. Dalam situasi tersebut, akses likuiditas akan semakin bergantung pada kerja sama bilateral dan regional serta fleksibilitas kebijakan masing-masing negara. “Kalau kita masih membaca dunia dengan pendekatan lama, kita akan tertinggal. Ke depan, likuiditas tidak lagi otomatis tersedia. Ia harus diakses melalui strategi yang tepat,” katanya.

Fakhrul menekankan pentingnya arah kebijakan nasional yang jelas agar mampu merespons perubahan global. Menurutnya, pelaku pasar tidak hanya melihat stabilitas, tetapi juga arah transformasi ekonomi suatu negara.

Menutup pernyataannya, ia menilai peluang dari perubahan arsitektur keuangan global cukup besar jika dimanfaatkan dengan tepat. “Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, maka tantangan pendanaan harus diselesaikan secara struktural. Diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui CNH, bisa menjadi salah satu opsi strategis,” pungkasnya.

 

Share9SendTweet6
Previous Post

KBRI Tokyo Pantau WNI Pasca Gempa Jepang

Next Post

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Next Post
Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi Berbasis Digital

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Transportasi Berbasis Digital

28 Juli 2026
BRI Peduli Perkuat Dukungan Pendidikan pada Hari Anak Nasional

BRI Peduli Perkuat Dukungan Pendidikan pada Hari Anak Nasional

28 Juli 2026
Kemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma yang Terdampak Serangan Misil di Selat Hormuz

Kemenhub Kawal Proses Pemulangan Awak Kapal MT Belma yang Terdampak Serangan Misil di Selat Hormuz

28 Juli 2026
Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap, Kemenhub Bagi-bagi Life Jacket

Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap, Kemenhub Bagi-bagi Life Jacket

28 Juli 2026
AHM Edukasi Ribuan Anak tentang Keselamatan Berkendara

AHM Edukasi Ribuan Anak tentang Keselamatan Berkendara

28 Juli 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    1205 shares
    Share 482 Tweet 301
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    1493 shares
    Share 597 Tweet 373
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    1214 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    1245 shares
    Share 498 Tweet 311
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.