• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
22 Oktober 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY EKONOMI

Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif

by SDGS Admin
21 April 2026
Ekonomi Global Berubah Indonesia Diminta Adaptif
26
SHARES
161
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

BACA JUGA

Aceh Siapkan Roadmap Industrialisasi untuk 20 Tahun ke Depan

Aceh Siapkan Roadmap Industrialisasi untuk 20 Tahun ke Depan

9 Oktober 2026
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Hingga Akhir 2026

21 Agustus 2026
Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi terhadap AI, Ekonomi Hijau, dan Industri Digital

Klasterisasi Baru Perkuat Adaptasi terhadap AI, Ekonomi Hijau, dan Industri Digital

13 Juli 2026

Jakarta, Kabar SDGs – Perkembangan ekonomi global yang semakin terfragmentasi kembali menjadi perhatian dalam pertemuan International Monetary Fund dan World Bank. Di tengah tekanan terhadap stabilitas global serta pengetatan likuiditas, sejumlah analis menilai pendekatan kedua lembaga tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi perubahan struktur ekonomi dunia yang berlangsung cepat.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kebijakan yang diambil masih bertumpu pada kerangka lama yang berfokus pada stabilitas makroekonomi, kehati-hatian fiskal, dan koordinasi global. Menurutnya, pendekatan tersebut belum cukup responsif terhadap dinamika baru di pasar internasional. “IMF dan World Bank masih berbicara dalam kerangka lama. Stabilitas itu penting, tetapi tidak cukup. Dunia sudah bergerak lebih cepat daripada bahasa kebijakan yang digunakan saat ini,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya Senin (20/04/2026).

Ia menjelaskan, perubahan signifikan yang kini terjadi terlihat dari ketidakseimbangan likuiditas global. Pengetatan suplai dolar Amerika Serikat, meningkatnya kebutuhan pembiayaan domestik AS, serta perubahan perilaku investor global turut memicu tekanan baru dalam sistem keuangan internasional.

Selain itu, meningkatnya peran mata uang Tiongkok melalui offshore renminbi (CNH) dinilai mulai mengubah lanskap transaksi dan pembiayaan lintas negara. Fakhrul menyebut fenomena ini sebagai tanda awal pergeseran menuju sistem keuangan global yang lebih multipolar. “Kita sedang menghadapi dua arus besar yang bergerak bersamaan: keterbatasan likuiditas dolar dan meningkatnya peran CNH dalam transaksi global. Ini bukan sekadar perubahan pasar, tetapi awal dari pergeseran arsitektur keuangan dunia,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar siklus ekonomi biasa, melainkan transformasi struktural yang membutuhkan kebijakan lebih adaptif. Negara yang tidak mampu menyesuaikan diri berpotensi menghadapi biaya pendanaan yang lebih tinggi serta gejolak ekonomi yang semakin besar.

Dalam konteks Indonesia, ia menilai perlunya strategi untuk memperkuat kemandirian pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Beberapa langkah yang dianggap penting antara lain penguatan skema local currency settlement, pemanfaatan CNH dalam pembiayaan, pendalaman pasar keuangan berbasis rupiah, serta perluasan basis investor. “Indonesia tidak bisa lagi hanya menjadi price taker. Kita harus mulai menjadi bagian dari perancang sistem pembiayaan kita sendiri,” tegasnya.

Ia juga menilai fragmentasi ekonomi global merupakan bagian dari transisi menuju sistem yang lebih kompleks dan tidak lagi bergantung pada satu pusat kekuatan. Dalam situasi tersebut, akses likuiditas akan semakin bergantung pada kerja sama bilateral dan regional serta fleksibilitas kebijakan masing-masing negara. “Kalau kita masih membaca dunia dengan pendekatan lama, kita akan tertinggal. Ke depan, likuiditas tidak lagi otomatis tersedia. Ia harus diakses melalui strategi yang tepat,” katanya.

Fakhrul menekankan pentingnya arah kebijakan nasional yang jelas agar mampu merespons perubahan global. Menurutnya, pelaku pasar tidak hanya melihat stabilitas, tetapi juga arah transformasi ekonomi suatu negara.

Menutup pernyataannya, ia menilai peluang dari perubahan arsitektur keuangan global cukup besar jika dimanfaatkan dengan tepat. “Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, maka tantangan pendanaan harus diselesaikan secara struktural. Diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui CNH, bisa menjadi salah satu opsi strategis,” pungkasnya.

 

Share10SendTweet7
Previous Post

KBRI Tokyo Pantau WNI Pasca Gempa Jepang

Next Post

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Next Post
Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Lampung Percepat Layanan Kesehatan Daerah dan Distribusi Farmasi

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Festival UMKM Lampung Timur Dorong Ekonomi Desa

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Kemendag Uji Lima Sampel Squishy Dumpling untuk Pastikan Keamanan

Kemendag Uji Lima Sampel Squishy Dumpling untuk Pastikan Keamanan

22 Oktober 2026
600 Penari Meriahkan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

600 Penari Meriahkan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

22 Oktober 2026
Kementerian Kebudayaan Percepat Revitalisasi Museum sebagai Penggerak Ekonomi

Kementerian Kebudayaan Percepat Revitalisasi Museum sebagai Penggerak Ekonomi

21 Oktober 2026
BPK Bali Peringati Hari Kebudayaan dengan Aksi Pelestarian Warisan Leluhur

BPK Bali Peringati Hari Kebudayaan dengan Aksi Pelestarian Warisan Leluhur

21 Oktober 2026
Pertamina Dampingi Nelayan Bali Lestarikan Penyu Lekang di Pantai Biaung

Pertamina Dampingi Nelayan Bali Lestarikan Penyu Lekang di Pantai Biaung

21 Oktober 2026

POPULAR

  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    4225 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3934 shares
    Share 1574 Tweet 984
  • Bank Muamalat Gelar Muamalah Executive Class Bahas Perjalanan Finansial dan Spiritual Menuju Baitullah

    3286 shares
    Share 1314 Tweet 822
  • BPKH Salurkan Bingkisan Lebaran Untuk 100 Anak Yatim Di Malang

    3836 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3871 shares
    Share 1548 Tweet 968

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.