Yogyakarta, KabarSDGs – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, meninjau penyempurnaan Chattra atau mahkota berbentuk payung yang akan dipasang di puncak Stupa Utama Candi Borobudur.
Chattra itu dikerjakan di Studio Patung Yusman Bantul, Yogyakarta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif subsektor seni rupa dalam proyek strategis nasional yang berbasis pada nilai sejarah dan spiritual.
”Studio Patung Yusman bukan sekadar tempat produksi karya seni, melainkan laboratorium kreatif yang menjaga marwah sejarah bangsa. Kehadiran Chattra Borobudur yang sedang dikerjakan di sini merupakan simbol sinergi antara keahlian maestro lokal dengan upaya penguatan identitas budaya Indonesia di mata dunia,” ujar Wamen Ekraf pada Selasa (14/4).
Studio Patung Yusman dipilih sebagai lokasi pengerjaan karena rekam jejaknya yang mumpuni dalam menghasilkan karya-karya monumental berskala nasional.
Proyek Chattra ini menjadi perhatian khusus kementerian karena posisinya sebagai elemen penyempurna dari kemegahan Candi Borobudur, yang tidak hanya berfungsi secara estetis tetapi juga memiliki nilai filosofis mendalam bagi ekosistem pariwisata religi dan ekonomi kreatif.
”Kami melihat pengerjaan Chattra ini menuntut tingkat presisi dan detail yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa sumber daya manusia kreatif kita, khususnya di bidang seni patung, memiliki standar kualitas internasional,” ucap Wamen Ekraf.
Dalam kesempatan tersebut, Yusman yang juga seniman dan pendiri Studio Patung Yusman menjelaskan secara teknis mengenai material dan proses pengerjaan Chattra agar sesuai dengan temuan arkeologis namun tetap memiliki daya tahan yang kuat.
Sebagai seniman yang telah berkarya puluhan tahun, Yusman menyambut baik dukungan Kementerian Ekraf terhadap keberlangsungan studio seni yang mampu menyerap tenaga kerja lokal berbakat di wilayah Yogyakarta.
”Kehadiran Kementerian Ekraf memberikan kepercayaan diri bagi kami para seniman. Pengerjaan Chattra ini adalah amanah besar bagi studio kami, dan dukungan dari kementerian sangat penting agar ekosistem seni patung ini tetap hidup dan terus melahirkan regenerasi seniman baru,” ujar Yusman di sela-sela peninjauan studio.
Penyelesaian Chattra ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik Borobudur sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku kreatif lokal, sebagai bukti fokus Kementerian Ekraf dalam memperkuat infrastruktur ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui sinergi dengan maestro seni untuk menginspirasi generasi muda.












Discussion about this post