Balikpapan, Kabar SDGs – Emiten penyedia jasa penyewaan kendaraan, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA), mengumumkan rencana ekspansi usaha sebagai langkah strategis dalam menangkap peluang pasar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta mendukung sektor pertambangan di Kalimantan Timur.
Perusahaan yang berbasis di Balikpapan Timur ini berencana menambah lini kegiatan usaha baru dengan memasukkan tiga kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yakni Angkutan Darat Lainnya untuk Penumpang (49429), Angkutan Bus Tidak Dalam Trayek (49229), dan Angkutan Sewa (49422). Penambahan ini menjadi bagian dari penguatan bisnis transportasi darat yang telah dijalankan sebelumnya.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Selasa, 14 April 2026, manajemen perusahaan menyampaikan bahwa selama ini TRJA telah mengoperasikan layanan antar-jemput karyawan di sektor pertambangan, minyak dan gas, serta konstruksi. Namun, aspek legalitas usaha dinilai perlu diperkuat melalui penyesuaian izin resmi.
“Namun, operasional tersebut perlu diperkuat dengan landasan perizinan KBLI yang eksplisit agar memiliki fondasi hukum yang sah dan lengkap,” tulis laporan perusahaan yang diteken Direktur sekaligus Sekretaris Korporat, Rex Alex Joseph Syauta.
Manajemen juga menilai pertumbuhan kawasan industri dan aktivitas tambang di Kalimantan Timur, termasuk pembangunan IKN, telah mendorong peningkatan kebutuhan terhadap layanan transportasi seperti shuttle bus dan angkutan karyawan.
“Pertumbuhan kawasan industri dan tambang di Kalimantan Timur, termasuk konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menciptakan lonjakan permintaan layanan shuttle bus dan angkutan pemukiman,” tulisnya.
Berdasarkan hasil studi kelayakan dari KJPP Ihot, Dollar & Raymond (ID&R), rencana ekspansi ini dinyatakan layak secara finansial dengan sejumlah indikator positif. Nilai Net Present Value (NPV) tercatat mencapai Rp95,67 miliar, sementara Internal Rate of Return (IRR) berada di angka 26,5 persen, serta Profitability Index (PI) sebesar 3,16 yang menunjukkan potensi keuntungan signifikan.
Dalam proyeksi lima tahun ke depan, perusahaan memperkirakan pendapatan dari lini usaha baru ini akan tumbuh secara bertahap, dimulai dari Rp7,5 miliar pada tahun pertama hingga mencapai Rp174,2 miliar pada tahun kelima.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir tahun buku 2025, TRJA mencatat total aset sebesar Rp769,51 miliar dan total ekuitas Rp387,86 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp508,45 miliar. Laba bersih tahun berjalan tercatat Rp3,23 miliar. Meski mengalami tekanan laba, perusahaan berhasil memperbaiki struktur permodalan dengan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas dari 280 persen pada 2023 menjadi 98,4 persen di 2025.
Untuk merealisasikan rencana ekspansi tersebut, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 15.45 WIB di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta. Agenda utama rapat adalah meminta persetujuan pemegang saham terkait perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan.
Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per tanggal 28 April 2026, dengan keputusan perubahan anggaran dasar mensyaratkan persetujuan lebih dari dua pertiga suara yang hadir.












Discussion about this post