Brasil, Kabar SDGs – Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah baru di dunia balap internasional setelah berhasil meraih podium pada ajang Moto3 Brasil 2026. Ia finis di posisi ketiga dan menjadi pebalap pertama dari Indonesia yang mampu naik podium di level Grand Prix.
Keberhasilan tersebut diraih dalam balapan yang berlangsung penuh drama. Lomba sempat dihentikan pada Lap 15 sebelum akhirnya dilanjutkan kembali dengan skema restart lima lap terakhir yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Pada restart, Maximo Quiles langsung memimpin jalannya balapan, diikuti rekan setimnya Marco Morelli. Keduanya tampil kuat sepanjang sisa lomba dan berhasil mengamankan posisi terdepan untuk tim Aspar. Quiles akhirnya keluar sebagai pemenang dengan selisih tipis 0,143 detik atas Morelli, sekaligus mencatatkan kemenangan keempatnya.
Sementara itu, persaingan untuk posisi ketiga berlangsung ketat. Alvaro Carpe sempat memimpin rombongan pembalap yang berebut podium terakhir, dengan Veda berada di barisan penantang.
Memanfaatkan strategi penggunaan ban yang lebih lunak saat restart, Veda tampil agresif di lap terakhir. Ia berhasil menemukan celah di bagian dalam tikungan dan melakukan manuver penting yang mengantarkannya mengunci posisi ketiga hingga garis finis.
Pencapaian ini menjadi semakin istimewa karena diraih dalam penampilan keduanya di kelas Moto3. Hasil tersebut sekaligus menegaskan potensi besar Veda sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di kancah balap dunia.
Di belakang Veda, Guido Pini finis di posisi kelima, diikuti rookie Rico Salmela di urutan keenam dan Valentin Perrone di posisi ketujuh. Sementara itu, posisi delapan hingga sepuluh masing-masing ditempati Adrian Fernandez, Casey O’Gorman, dan Hakim Danish.
Kemenangan di Brasil membawa Maximo Quiles memuncaki klasemen sementara dengan 45 poin, disusul Marco Morelli di posisi kedua dengan 28 poin. Veda Ega Pratama kini berada di peringkat ketiga dengan 27 poin, hanya terpaut tipis dari para pesaingnya.
Hasil ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan motorsport Indonesia, sekaligus membuka peluang besar bagi Veda untuk terus bersaing di papan atas Moto3 sepanjang musim 2026.











Discussion about this post