• HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
29 September 2026
No Result
View All Result
Kabar SDGs
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI
No Result
View All Result
Kabar SDGs
No Result
View All Result
Home SUSTAINABILITY LINGKUNGAN

Kebun Jeruk Jepang Jadi Oase Hijau di Tengah Industri Gresik

by SDGS Admin
16 Juli 2025
Kebun Jeruk Jepang Jadi Oase Hijau di Tengah Industri Gresik
51
SHARES
319
VIEWS
Bagikan di FacebookWhatsapp

Gresik, Kabar SDGs – Di tengah dominasi kawasan industri Kabupaten Gresik, hadir sebuah kebun kecil yang menawarkan kesegaran dan ketekunan, menghadirkan jeruk Jepang unggulan sebagai hasil uji coba yang tak biasa. Terletak di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, kebun milik Wito, seorang pedagang ikan manyung berusia 60 tahun, menjadi pelopor budidaya jeruk Dekopon di kota ini.

Jeruk Dekopon dikenal sebagai varietas premium karena ukurannya besar, tidak berbiji, dan memiliki cita rasa manis segar. Keunggulannya membuat buah ini tergolong langka dan bernilai tinggi di pasaran. Siapa sangka, pohon jeruk asal Jepang ini kini tumbuh subur di lahan berkapur seluas 700 meter persegi yang dulunya terbengkalai.

BACA JUGA

Gresik Jadi Contoh Diplomasi Ekonomi Berbasis Industri

Gresik Jadi Contoh Diplomasi Ekonomi Berbasis Industri

20 April 2026
Pabrik Melamin Gresik Perkuat Industri Nasional

Pabrik Melamin Gresik Perkuat Industri Nasional

16 April 2026
Kementerian PU Ganti Jembatan Manyar Lama di Gresik, Target Rampung Agustus 2026

Kementerian PU Ganti Jembatan Manyar Lama di Gresik, Target Rampung Agustus 2026

16 April 2026

Kisahnya bermula pada tahun 2021 ketika Wito berkunjung ke Bandung dan melihat langsung kebun jeruk Jepang. Ketertarikannya mendorongnya membeli 25 bibit dan membawanya ke Gresik untuk ditanam. Berbekal lahan bagi hasil, ia nekat memulai, meski menyadari kondisi iklim panas dan tanah kapur di Gresik berbeda jauh dari dataran tinggi yang sejuk.

Usahanya tidak sia-sia. Kini kebunnya telah berkembang menjadi 100 pohon yang mulai berbuah. Dengan pupuk organik hasil olahan limbah perut sapi, ia menyiasati keterbatasan tanah. Hasilnya, satu pohon bisa menghasilkan rata-rata 23 buah dengan bobot per buah mencapai setengah kilogram.

Tak hanya jeruk Jepang, ia juga menanam jeruk siem Banyuwangi dan stroberi. Pengunjung bisa memetik buah langsung dari pohon, namun karena pengelolaan masih sederhana, kunjungan dilakukan dengan reservasi. Harga tiket masuk hanya Rp10 ribu per orang, sementara harga jeruk Jepang Rp45 ribu per kilogram dan jeruk siem Rp15 ribu.

Kebun ini telah mencuri perhatian publik, termasuk anggota DPRD Gresik Komisi II, Ricke Mayumi. Ia mengapresiasi keberanian Wito dalam mengembangkan tanaman unggulan yang tidak umum ditanam di wilayah ini. Ia bahkan berencana menjembatani ketersediaan limbah sapi dari RPH untuk dijadikan bahan baku pupuk organik.

Sementara itu, Ketua GOW Gresik, dr. Shinta Puspita Sari, juga mendukung pengembangan kebun ini sebagai wahana edukasi keluarga. Ia mengaku kebun ini menawarkan suasana yang asri dan cocok untuk wisata petik buah yang menyenangkan.

Di balik sederhananya kebun Wito, tersimpan semangat inovasi dan keberanian mencoba hal baru, sekaligus memberikan inspirasi bahwa pertanian perkotaan pun bisa tumbuh subur di tengah kerasnya lingkungan industri, sejalan dengan semangat keberlanjutan yang didorong oleh tujuan pembangunan berkelanjutan.

Share20SendTweet13
Previous Post

Sekolah Rakyat Tahap Kedua di NTB Siap Dimulai September 2025

Next Post

Wong Sepele, Aksi Nyata Wujudkan Inklusivitas dari Daerah

Next Post
Wong Sepele, Aksi Nyata Wujudkan Inklusivitas dari Daerah

Wong Sepele, Aksi Nyata Wujudkan Inklusivitas dari Daerah

Radio akan Tumbuh Jadi The New Engine of Growth

Radio akan Tumbuh Jadi The New Engine of Growth

Discussion about this post

NEWS UPDATE

Integrasi Digital Travel Pack Bikin Produk Lokal Go Global

Integrasi Digital Travel Pack Bikin Produk Lokal Go Global

29 September 2026
KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

KAI Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Perkeretaapian Indonesia

28 September 2026
Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Suarakan Isu Perdagangan Orang Melalui Seni Pertunjukan

28 September 2026
BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Turunkan Batas Harga Minimum Saham Jadi Rp1

28 September 2026
Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

Warna-warni Kapal Nelayan Ternate, Potensi Kreatif Maluku Utara

28 September 2026

POPULAR

  • Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    Kemenpar Perkuat Persiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Indonesia

    3194 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Cargill Raih Gold Award ISDA Berkat Program Rumah Kompos 5R di Gresik

    3204 shares
    Share 1282 Tweet 801
  • Kerja Sama Shopee dan J&T Express Berakhir Setelah Bertahun Lamanya

    3515 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • PTBA Buka Pendaftaran Program BIDIKSIBA 2026

    3157 shares
    Share 1263 Tweet 789
  • Minamas Plantation Berbagi dengan Anak Yatim di Pekanbaru

    3188 shares
    Share 1275 Tweet 797

NEWS CHANNELS

  • AKADEMIKA
  • CSR
  • EKONOMI
  • GALERI
  • HOT NEWS
  • INTERVIEW
  • KESEHATAN
  • KESRA
  • LINGKUNGAN
  • OPINION
  • PENDIDIKAN & IPTEK
  • SUSTAINABILITY
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • UKM CORNER

INFORMATION

  • About Us
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Contact

CONTACT

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini:

redaksi@kabarsdgs.com

 

No Result
View All Result
  • HOME
  • SUSTAINABILITY
  • CSR
  • UKM CORNER
  • AKADEMIKA
  • TRAVEL & LIFESTYLE
  • INTERVIEW
  • OPINION
  • GALERI

© 2020 Kabar SDGS - Hak cipta dilindungi oleh undang - undang.