Lampung Utara, Kabar SDGs – Kenaikan harga sejumlah komoditas pertanian seperti gabah, jagung, dan singkong memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani di Lampung Utara. Kondisi ini bahkan mendorong kenaikan penghasilan hingga dua kali lipat dan turut memperkuat daya beli masyarakat di pedesaan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa stabilitas harga tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.
Selain itu, harga acuan jagung pipilan kering ditetapkan Rp5.500 per kilogram, dengan harga di tingkat petani saat ini berada pada kisaran Rp5.500 hingga Rp5.600 per kilogram. Sementara untuk komoditas singkong, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan Harga Acuan Pembelian sebesar Rp1.350 per kilogram dengan batas maksimal rafraksi 15 persen.
“Kebijakan harga yang berpihak kepada petani berdampak nyata, terutama di daerah sentra produksi seperti Lampung Utara. Pemprov Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi desa,” kata Rahmat Mirzani Djausal saat Musrenbang RKPD Lampung Utara Tahun 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026).
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk memperkuat program tersebut di seluruh kabupaten dan kota, melalui penyediaan pupuk organik cair, mesin pengering, serta pelatihan vokasi bagi masyarakat.
“Program Desaku Maju kami hadirkan untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan produktif,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Selain meningkatkan produksi, penggunaan mesin pengering juga memberikan nilai tambah ekonomi yang cukup besar, dengan potensi mencapai 247,2 ton atau senilai Rp82,98 juta selama periode Juni 2025 hingga Maret 2026.
Program Desaku Maju juga terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis, di mana pemerintah daerah memfasilitasi kerja sama Badan Usaha Milik Desa agar dapat menjadi pemasok bahan pangan secara langsung.
Gubernur Mirza juga mendorong penguatan sumber daya manusia, hilirisasi komoditas unggulan, serta pembangunan infrastruktur sebagai langkah utama dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, Lampung Utara memiliki potensi besar pada berbagai komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, hingga pisang yang perlu dikelola secara optimal untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.












Discussion about this post