Jakarta, Kabar SDGs – PT Pertamina (Persero) bersama seluruh subholding dan anak usaha bergerak menjaga pasokan BBM dan LPG ke wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah sekitarnya. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk memastikan ketersediaan energi di tengah kondisi darurat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan rasa prihatin sekaligus menegaskan fokus perusahaan dalam menjaga suplai energi. “Pertamina Group fokus pada penyediaan dan distribusi pasokan energi dan akan mengupayakan semua langkah, sehingga energi terutama BBM dan LPG dapat mencapai ke masyarakat. Seluruh subholding dan anak usaha saling membantu untuk mendukung sampainya energi ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (28/11/25).
Baron menegaskan bahwa sarana dan fasilitas Pertamina di wilayah terdampak tetap dalam kondisi baik, termasuk dukungan bagi para pekerja yang turut terdampak namun tetap bertugas melayani kebutuhan masyarakat. Tantangan distribusi turut muncul akibat cuaca buruk dan ombak tinggi yang menghambat kapal pengangkut BBM di area Single Point Mooring Belawan, tetapi dua kapal akhirnya berhasil melakukan bongkar muat.
Untuk mempercepat suplai, Pertamina mengerahkan heli Bell 412 EP milik PT Pelita Air Service yang membawa BBM dan bantuan menuju Sumatera. Armada Pelita Air dipersiapkan untuk menjalankan misi penerbangan darurat ke Rantau, Lhokseumawe, Pangkalan Susu, dan wilayah lainnya. Sementara itu, PT Elnusa Petrofin memastikan distribusi melalui mobil tangki tetap berjalan meski menghadapi medan sulit, serta mengamankan operasional SPPBE Gunung Sitoli dan DPPU Sibolga serta Silangit.
Baron menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan agar seluruh armada mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan kesiapsiagaan cepat untuk menjaga suplai energi. “Kami melakukan pemantauan intensif dan penyesuaian pola suplai sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pertamina juga melakukan alih suplai Pertalite dan Biosolar dari sejumlah terminal untuk menjaga ketersediaan di SPBU berstatus kritis. Penyaluran produk alternatif seperti Pertamax dan Pertamina Dex turut dimaksimalkan selama proses pemulihan. Di sisi lain, tim Pertamina Peduli diterjunkan untuk membantu korban banjir dengan menyalurkan bantuan logistik berupa mie instan, beras, air mineral, biskuit, susu balita, popok, selimut, dan handuk.
Selain itu, dua rumah sakit di bawah PT Pertamina Bina Medika IHC—RS Pertamina Pangkalan Brandan dan RS Pertamina Rantau—dibuka sebagai lokasi pengungsian sekaligus tetap memberikan layanan kesehatan meski terdampak banjir. “Bantuan ini merupakan langkah awal untuk meringankan kebutuhan dasar masyarakat di masa tanggap darurat,” kata Baron.
Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan kebutuhan prioritas. Satgas Nataru yang diaktifkan sejak 13 November 2025 juga memantau kebutuhan energi secara nasional. Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan, dan menghubungi Pertamina Contact Center 135 jika menemukan kendala layanan.












Discussion about this post