Denpasar, Kabar SDGs – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali memperoleh apresiasi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) atas keberhasilannya mendorong penerapan praktik bisnis ramah lingkungan bagi UMKM dan pelaku usaha binaan melalui Program Inovasi UMKM Hijau Bali Tahun 2026. Penghargaan tersebut disampaikan dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 14–18 Oktober 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, mengatakan apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas upaya pengembangan usaha yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.
Salah satu UMKM yang mendapat kesempatan memperkenalkan praktik bisnis hijaunya dalam kegiatan tersebut adalah DINZ Handmade. Usaha ini terpilih untuk menampilkan produknya di stan khusus bertema hijau berkat keberhasilannya mengolah limbah produksi menjadi barang baru yang memiliki nilai jual.
“UMKM DINZ Handmade sendiri adalah UMKM yang terpilih untuk dapat melakukan showcasing pada booth hijau yang telah sukses mengelola limbah produksi menjadi produk baru yang bernilai komersial,” ujarnya.
Selain menerapkan pengelolaan limbah, DINZ Handmade turut memberdayakan kelompok perempuan di lingkungan tempat usahanya beroperasi. Keterlibatan mereka dalam proses produksi diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Partisipasi UMKM tersebut menunjukkan bahwa praktik bisnis berkelanjutan dapat diterapkan melalui langkah konkret di tingkat usaha, mulai dari pemanfaatan kembali sisa produksi hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan usaha.
ISEF ke-13 pada 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan mitra ekonomi dan keuangan syariah dari dalam maupun luar negeri, serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Penyelenggaraan ISEF tahun ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang mempertemukan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai industri. Berbagai agenda yang disiapkan meliputi pencocokan bisnis untuk sektor perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional yang membahas industri halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, hingga pariwisata ramah muslim.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ISEF menjadi sarana memperluas jejaring usaha, membuka peluang kerja sama, serta mendorong peningkatan daya saing pelaku industri halal. Forum ini juga mendukung penguatan rantai nilai halal, pendalaman pasar keuangan syariah, optimalisasi keuangan sosial syariah, dan perluasan inklusi melalui transformasi digital.
Apresiasi terhadap KPwBI Provinsi Bali sekaligus menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap prinsip keberlanjutan. Melalui inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan bisnis yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.
Semangat “Kebaikan untuk Semua” yang diusung dalam kolaborasi tersebut menjadi landasan untuk membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu bersaing di tingkat global.










Discussion about this post